|
home>News

News From RI representatives

KJRI Cape Town Selenggarakan Sosialisasi KMILN

Setelah Pada hari Sabtu, tanggal 25 November 2017 lalu, KJRI Cape Town telah menyelenggarakan acara sosialisasi Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). Kegiatan yang dilangsungkan di aula KJRI Cape Town tersebut telah dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta yang terdiri atas WNI, WNA yang merupakan pasangan dan anak para WNI, serta keluarga besar KJRI Cape Town.

Dalam pemaparannya, Konsul Jenderal Krishna A. Poetranto menyampaikan antara lain mengenai pentingnya KMILN, selain sebagai tanda pengenal bagi WNI dan masyarakat Indonesia di luar negeri, juga untuk memetakan dan memberdayakan potensi masyarakat Indonesia di luar negeri untuk memajukan Indonesia. Kartu yang berlaku selama dua tahun ini diberikan kepada empat kalangan, yaitu (i) WNI yang telah berdomisili di luar negeri selama minimal dua tahun, (ii) WNA mantan WNI, (iii) WNA anak mantan WNI, serta (iv)WNA yang salah satu atau kedua orangtuanya adalah WNI.

Konjen Krishna juga menjelaskan mengenai berbagai kemudahan yang akan diperoleh oleh para pemegang KMILN, yang mana akan semakin membuka kesempatan seiring dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden No. 76 Tahun 2017 tentang Fasilitas bagi Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, yang secara bertahap akan diikuti oleh peraturan-peraturan lain dari berbagai kementerian dan lembaga untuk memberikan berbagai keuntungan bagi pemegang KMILN. Selain itu, turut dijelaskan persyaratan yang dibutuhkan dalam mengajukan permohonan untuk mendapatkan KMILN, yang diikuti dengan simulasi pengajuan permohonan serta sesi tanya-jawab.

Permohonan untuk mendapatkan KMILN harus diajukan secara online di laman iocs.kemlu.go.id. Kartu ini tidak memiliki bentuk fisik, melainkan berupa tanda pengenal virtual yang dapat ditunjukkan kepada petugas berwenang di Indonesia lewat layar telepon seluler. Pengajuan KMILN sendiri bersifat sukarela dan tidak diwajibkan.

(Sumber : https://www.kemlu.go.id/capetown/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/KJRI-Cape-Town-Selenggarakan-Sosialisasi-KMILN.aspx )

More »

KDEI Taipei menerima kunjungan Organisasi TKI, Herox Ngawi

Taipei (03/12/17), Kepala KDEI di Taipei menerima kunjungan dari organisasi TKI yang ada di Taichung. Dalam pertemuan singkat tersebut dibahas beberapa hal seputar isu ketenagakerjaan khususnya yang dialami oleh rekan-rekan TKI di Taiwan, serta usulan-usulan kegiatan positif yang bermanfaat bagi TKI. Menyikapi berbagai permasalahan tersebut dengan pemberitaan-pemberitaan di media social diharapkan TKI dapat lebih bersikap dewasa, agar tidak langsung mempercayai kabar yang beredar melalui media social.

Dalam kunjunganya Herox Ngawi sebagai salah satu organisasi TKI yang bergerak di bidang social yang resmi berdiri pada tahun 2010 tersebut, menyampaikan maksud kedatangannya yakni perihal rencana pelaksanaan kegiatan perkumpulan anggota organisasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2018 di Taichung. Organisasi meminta masukan dan kehadiran KDEI Taipei dalam kegiatan tersebut.

Organisasi yang berbasis di Taichung dengan anggota ratusan orang TKI tersebut meminta waktu dalam acara tersebut terkait dengan beberapa hal yang belum dipahami secara utuh oleh TKI antara lain seputar kebijakan perpanjangan kontrak tanpa pulang, asuransi TKI, tata cara menikah resmi di Taiwan, legalisasi dokumen serta hal-hal terkait lainnya.

Menanggapi permintaan dari pihak organisasi TKI tersebut, Kepala KDEI Taipei menyambut baik rencana pelaksanaan kegiatan tersebut. Disampaikannya bahwa nantinya acara tersebut akan didukung oleh Full Team Pelayanan WNI/TKI oleh KDEI Taipei khususnya dalam sosialisasi ketenagakerjaan, hukum, keimigrasian, kekonsuleran serta peraturan terkait lainnya sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh KDEI Taipei selama ini dalam acara Mobile Service KDEI.

Diharapkan nantinya WNI/TKI yang berada di sekitar Taichung dapat memanfaatkan momen yang baik tersebut.

(Sumber : http://www.kdei-taipei.org/index.php/component/k2/item/1499-kdei-taipei-menerima-kunjungan-organisasi-tki-herox-ngawi )

More »

Beri Solusi TKI Bermasalah: KBRI KL Luncurkan “Saya Mau Sukses”

Duta Besar RI Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, luncurkan secara resmi program “Saya Mau Sukses” bagi TKI yang ada di penampungan (shelter) KBRI Kuala Lumpur (4/12). Peluncuran berlangsung di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Ciracas, Jakarta Timur, dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pembangunan Desa, Kepala BNP2TKI, Duta Besar RI Kuala Lumpur, Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu serta Direktur Utama BRI.

Program ini didukung juga oleh BRI dalam bentuk pembiayaan pelatihan hingga pinjaman modal melalui KUR TKI. Selama 14 hari belajar, puluhan TKI angkatan pertama tersebut akan dilatih keterampilan pengolahan makanan (food processing) dan kerajinan tangan (handycraft).

“Setiap hari sekurangnya 4 TKI bermasalah masuk ke penampungan di KBRI. Jika tidak diberi keterampilan mereka akan menjadi beban sosial di kampung halamannya dan akan kembali lagi mencari pekerjaan di luar negeri.

Karena itu kita menawarkan solusi bagi mereka agar menjadi wirausahan-wirausahawan baru.”, ujar Rusdi Kirana, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang juga pengusaha sukses di Indonesia.

Program ini akan menjadi salah satu program prioritas KBRI Kuala Lumpur dan juga KJRI/KRI di Malaysia. Direncanakan BRI dan perusahaan Lion Group akan membuka kesempatan untuk menyerap produk yang dihasilkan oleh para TKI peserta pelatihan ini.

“Teman-teman TKI bisa menjadikan inisiator program ini, Rusdi Kirana, sebagai salah satu inspirasi. Beliau mulai dari tidak ada menjadi pemilik perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia. Kalau beliau bisa, kalian pasti bisa.”, nasehat Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Sepanjang tahun 2016, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 1.334 TKI bermasalah dari penampungan KBRI, atau rata-rata 111 TKI setiap bulannya. Proses pemulangan dilakukan bekerjasama dengan BNP2TKI dan instansi terkait lainnya.

(Sumber : https://www.kemlu.go.id/kualalumpur/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Beri-Solusi-TKI-Bermasalah.aspx )

More »

Lima TKI Terpilih Jadi TKI Teladan di Taipei

TAIPEI – Lima TKI di wilayah Kota Taipei, Taiwan, terpilih sebagai TKI Teladan 2017. Dalam ajang penghargaan bergengsi yang diadakan rutin oleh Depnaker Taipei City ini, tenaga kerja asal Indonesia lainnya juga menyapu bersih seluruh kategori utama berupa lomba puisi dan fotografi.

Kelima TKI yang terpilih sebagai TKI Teladan 2017 di wilayah Taipei adalah: Hemi Yuliani, Risah BT Karta Semita Karya, Munariyah, Sudisem, dan Adisti Anggraeni. Kelima TKI ini, berhasil menyisihkan ribuan tenaga kerja asing lainnya. Dalam prosesi penyerahan hadiah yang digelar di Taipei Main Station, Minggu (5/11) ini, kelima TKI tersebut tidak dapat menutupi rasa bahagia sekaligus haru.

“Saya di sini bekerja merawat kakek dengan ditemani oleh nenek, jadi di rumah hanya bertiga. Selama di sana, nenek sangat pengertian, baik, tidak pernah marah-marah. Kakek yang saya jaga sudah pikun, tapi beliau juga sangat baik,” ucapnya.

Selain prestasi gemilang kelima TKI tersebut, sejumlah TKI juga menorehkan prestasi tak kalah membanggakan. Dalam ajang serupa, untuk kategori lomba puisi dan lomba fotografi, posisi Juara I sampai dengan III bahkan disapu bersih oleh Tenaga Kerja asal Indonesia.

Adapun masing-masing pemenang lomba puisi adalah: Agus Susiyanti (Juara I), Sinta (Juara II), dan Sri Lestari (Juara III). Sedangkan pemenang lomba fotografi adalah: Rachmat Indra Gunawan (Juara I), Yohanes Arif Wibowo (Juara II), dan Yulius Fajar Nugroho (Juara III).

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi TKI lainnya selama bekerja di Taiwan. Prestasi ini sangat membanggakan,” jelas Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei, Devriel Sogia Raflis. (*)

(Sumber : http://www.kdei-taipei.org/index.php/component/k2/item/1473-lima-tki-terpilih-jadi-tki-teladan-di-taipei )

More »

Sosialisasi Keimigrasian & Kekonsuleran bagi Masyarakat Indonesia di Vancouver, Kanada

Bertempat di Aula KJRI Vancouver, sekitar 80 orang warga masyarakat Indonesia menghadiri Sosialisasi Kebijakan Keimigrasian dan Kekonsuleran RI pada tanggal 3 November 2017.

Sosialisasi dimaksud bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Indonesia mengenai beberapa kebijakan keimigrasian dan kekonsuleran, seperti Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). Atase Imigrasi KJRI Los Angeles, Anggiat Napitupulu bertindak sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut khususnya terkait kebijakan keimigrasian dalam pemberlakuan SIMKIM yang nantinya akan berdampak langsung bagi masyarakat Indonesia di luar negeri, terutama dalam hal pembuatan paspor RI. Aplikan paspor baru harus datang langsung untuk pengambilan data biometrik rekam wajah dan sidik jari. “Harap dimaklumi bahwa pembuatan paspor dengan SIMKIM memakan waktu yang lebih lama dari sebelumnya namun keamanan dan akurasi dokumen perjalanan RI menjadi lebih baik dan terintegrasi secara internasional”, demikian antara lain paparan yang disampaikan Anggiat Napitupulu saat pertemuan berlangsung. Pembuatan paspor dengan SIMKIM memakan waktu 6 hari setelah data diterima oleh Pusat, sedangkan sebelumnya hanya memerlukan waktu 3 hari.

Beberapa pertanyaan yang mengemuka saat sesi tanya jawab adalah upaya KJRI Vancouver dalam mengantisipasi pembuatan paspor bagi masyarakat yang bermukim cukup jauh sehingga terkendala waktu dan biaya untuk datang langsung ke kantor KJRI Vancouver. Pertanyaan ini ditanggapi dengan rencana pengadaan pelayanan SIMKIM secara mobile ke kantong-kantong masyarakat di wilayah kerja KJRI Vancouver.

Adapun kebijakan RI terkait pembuatan KMILN disampaikan oleh Fungsi Protokol Konsuler KJRI Vancouver, Afina Burhanuddin.

Pada sambutan pembukaan, Konsul Jenderal RI Vancouver, Sri Wiludjeng menghimbau agar masyarakat Indonesia yang hadir dapat memanfaatkan pertemuan dimaksud untuk menggali berbagai informasi terkait kebijakan keimigrasian kepada Atase Imigrasi KJRI LA yang hadir sebagai pembicara. Ditambahkan oleh Konjen RI bahwa, “Pemberlakuan SIMKIM bagi masyarakat Indonesia di luar negeri bukan untuk mempersulit karena harus datang langsung ke kantor KJRI Vancouver, namun dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan bagi perlindungan data pribadi dan penerbitan paspor sebagai dokumen negara”.

Saat ini tercatat sebanyak 6.017 orang Masyarakat Indonesia bermukim di wilayah kerja KJRI Vancouver, yang tersebar di Provinsi British Columbia, Alberta, Yukon dan Northwest Territories. Pada bulan Juni 2016, KJRI Vancouver telah meluncurkan aplikasi Lapor Diri online yang dapat diakses melalui smartphone, sehingga memudahkan warga yang berdomisili jauh dari Vancouver untuk mencatatkan keberadaannya

(Sumber : https://www.kemlu.go.id/vancouver/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Sosialisasi-Keimigrasian-&-Kekonsuleran-bagi-Masyarakat-Indonesia-di-Vancouver,-Kanada.aspx )

More »

KDEI Taipei kembali Dialog dengan 50 ABK Nelayan terkait Tambahan Penghasilan

Keelung, KDEI (21/10/17) – KDEI Taipei melakukan dialog terbuka dengan 50 ABK Nelayan di kawasan Keelung. Dalam forum tersebut, KDEI Taipei menyampaikan beberapa hal terkait dengan hak dan kewajiban ABK Nelayan.

ABK Nelayan sudah memadati tempat pelaksanaan dialog sekitar pukul 18.00 yang bertempat di salah satu toko indo di Keelung. Mereka datang dari berbagai penjuru pelabuhan di Keelung.

Disampaikan bahwa hendaknya ABK Nelayan memperhatikan keselamatan diri selama bekerja di Taiwan, bekerja dengan baik tentunya serta kewajiban lainnya yang tertuang di dalam kontrak kerja. Materi sosialisasi diawali dengan penyampaian tentang besaran gaji, jenis-jenis potongan, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja, item kontrak kerja dan beberapa konten ketenagakerjaan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, ABK Nelayan umumnya menyampaikan pengaduan tentang penghasilan tambahan yang tidak dibayarkan serta tidak adanya insentif atau bonus hasil tangkap. Menanggapi keluhan umum para ABK Nelayan, KDEI Taipei menjelaskan bahwa memang dalam mempekerjakan ABK Nelayan dari Indonesia, majikan harus memberikan tambahan menghasilan minimal NT$ 3.000 bagi ABK baru serta NT$ 5.000 bagi ABK yang telah berpengalaman. Serta dengan penyesuaian pada bulan ke-13 (2 tahun). Terkait dengan maraknya majikan yang belum memberikan tambahan penghasilan, KDEI Taipei akan mengklarifikasi pengaduan ini ke pihak agensi.

“Yang terpenting adalah ABK Nelayan mendapat tambahan penghasilan di luar gaji, yang cara pemberiannya diserahkan kepada kesepakatan kedua belah pihak”, ujar Devriel Sogia Raflis, Kabid Naker KDEI dalam penegasannya.

Sebagai informasi bahwa penghasilan tambahan tersebut telah disepakati oleh majikan (pemilik kapal) dan agensi, sebagai salah satu syarat dalam perjanjian penempatan (humao) untuk perekrutan ABK Nelayan. Jadi dengan demikian tidak ada alasan lagi bagi majikan untuk mengelak atau tidak mengetahui persyaratan tersebut.

Kilas balik sejarah penempatan ABK Nelayan bahwa dulu pernah ditutup pada 16 Maret 2015 karena banyaknya permasalahan pada saat itu yang kemudian dibuka kembali pada tanggal 29 September 2015. Namun tidak mudah untuk membuka kembali dan akhirnya disepakati terdapat beberapa persyaratan antara lain harus ada perbaikan kesejahteraan bagi ABK Nelayan. Salah satu kesepakatan bersama adalah agar ada tambahan penghasilan tersebut.

Pertimbangan pemberian kompensasi dengan penghasilan tambahan tersebut adalah karena ABK Nelayan resiko bekerja di laut lebih tinggi daripada bekerja di darat. Oleh karena itu harus ada pembedaan dengan sektor yang didarat, serta ada tambahan bonus hasil tangkapan yang berbeda-beda untuk masing-masing ABK. Kalau beruntung kapalnya dapat banyak hasil tangkap maka bonusnya banyak, sedangkan bagi yang kurang beruntung tidak menjadi masalah karena paling tidak gaji tambahannya sudah dapat.

Ketentuan ini berlaku untuk penempatan ABK Nelayan yang telah diverifikasi oleh KDEI di Taipei, dimulai awal tahun 2016. Diharapkan kepada ABK Nelayan agar dapat memahami hak tersebut serta bila ada kendala belum dibayarkan dipersilahkan untuk mempertanyakan ke agensi masing-masing maupun melaporkan ke KDEI Taipei.

ABK Nelayan tampak antusias mendengarkan penjelasan dari KDEI Taipei, yang berakhir sampai dengan pukul 21.00. Umumnya ABK Nelayan berharap ke depan agar ke depan tetap perlu upaya pemerintah dalam hal ini KDEI Taipei dalam perbaikan kesejahteraannya.

Menurut data MoL Taiwan saat ini sekitar ±8.000 TKI bekerja sebagai ABK Nelayan di seluruh Taiwan. Tentunya angka yang sangat besar, dan sangat berkontribusi dalam menggerakan sektor perikanan di Taiwan.

(Sumber : http://www.kdei-taipei.org/index.php/component/k2/item/1462-kdei-taipei-kembali-dialog-dengan-50-abk-nelayan-terkait-tambahan-penghasilan )

More »

Sosialisasi Kekonsuleran Bagi Masyarakat Indonesia di Calgary, Kanada

Sekitar 50 orang yang mewakili berbagai organisasi masyarakat Indonesia di Calgary, Provinsi Alberta, Kanada menghadiri kegiatan Sosialisasi Kekonsuleran yang diselenggarakan oleh KJRI Vancouver pada tanggal 4 Oktober 2017, bertempat di rumah makan 'Indonesian Kitchen' di Calgary.

Sosialisasi tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Indonesia mengenai beberapa kebijakan kekonsuleran, seperti Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN). Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan himbauan mengenai pentingnya melakukan Lapor Diri, tidak hanya bagi pendatang baru melainkan juga bagi warga yang pindah alamat maupun yang berubah status. Dengan adanya data yang akurat akan memudahkan bagi KJRI dalam memberikan bantuan dan perlindungan kepada WNI di wilayah kerja, demikian antara lain dikemukakan oleh Afina Burhanuddin, Fungsi Protokol Konsuler KJRI Vancouver yang bertindak sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut. Menanggapi informasi yang disampaikan, warga yang hadir secara antusias mengajukan beberapa pertanyaan, antara lain terkait proses pembuatan paspor dalam masa transisi penggunaan SIMKIM, proses pembuatan dan manfaat dari KMILN.

Sebelumnya, acara sosialisasi dibuka oleh Konsul Jenderal RI Vancouver, Sri Wiludjeng, yang antara lain menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada warga masyarakat dan diaspora Indonesia di Calgary yang selama ini secara aktif telah melakukan berbagai kegiatan seni budaya yang dinilai sejalan dengan upaya promosi yang diselenggarakan oleh KJRI Vancouver, sehingga dapat lebih memperkenalkan budaya Indonesia, dan meningkatkan citra positif Indonesia di mata masyarakat setempat.

Dalam catatan KJRI Vancouver, terdapat 548 WNI yang tinggal di Calgary, dengan berbagai profesi, antara lain pelajar, engineer, pakar komputer, juru masak dan perawat. Sebagai kota terbesar di Provinsi Alberta, Calgary dikenal memiliki beberapa keunggulan, antara lain kota terbersih dunia tahun 2007, arsitektur kota yang modern, dan lokasi tempat rekreasi keluarga terbesar di wilayah Barat Kanada.

Masyarakat Indonesia yang tergabung dalam Canadian Indonesian Social Club (CISC) aktif melakukan beberapa kegiatan antara lain pertunjukan kesenian dan bazaar kuliner, sebagaimana penyelenggaraan Cultural Night pada bulan Mei 2017 dengan mendatangkan seniman tari dan koreografer ternama dari Indonesia, Tom Ibnur

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/vancouver/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Sosialisasi-Kekonsuleran-Bagi-Masyarakat-Indonesia-di-Calgary,-Kanada.aspx )

More »

KJRI Jeddah Bertemu Ditjen Imigrasi Bahas Isu Keimigrasian Untuk Penanganan WNI Bermasalah

Untuk penguatan koordinasi dan konsolidasi dukungan penangangan keimigrasian dalam penyelesaian kasus WNI Bermasalah di KJRI Jeddah, telah dilakukan pertemuan KJRI Jeddah dan Direktorat Jenderal Imigrasi tanggal 13 Oktober 2017 di Gedung Direktorat Jenderal Imigrasi Lt. 8, pukul 10.00-12.00 WIB.

KJRI Jeddah dipimpin Mohamad Hery Saripudin, Konsul Jenderal RI Jeddah dan I. Ismoyo, Konsul Imigrasi, sedangkan Direktorat Jenderal Imigrasi langsung dipimpin Ronnie F. Sompie, Dirjen Imigrasi dengan didampingi Direktur Intelijen Keimigrasian, Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Direktur Sistem dan Teknologi Informasi Keimigrasian, Kasubdit Penindakan Keimigrasian, Kasubdit Bina Perwakilan Republik Indonesia.

Isu perkembangan kekonsuleran dan keimigrasian menjadi topik bahasan utama. M. Heri Saripudin menyampaikan peran KJRI Jeddah sebagai laboratorium pelayanan dan perlindungan WNI diluar negeri yang sangat lengkap dengan umrah dan hajinya yang tidak dimiliki Perwakilan RI lainnya. Keberadaan keimigrasian sangat instrumental mendukung penanganan WNI Bermasalah tidak hanya sisi pelayanan, perlindungan dan dukungan penegakan hukumnya di Indonesia. Mengapresiasi tim Imigrasi dalam memberi dukungan merubah wajah KJRI Jeddah sebagai Perwakilan Indonesia WNI bermasalah untuk menjadi Perwakilan RI yang memajukan perekonomian dan perdagangan negara Indonesia.

Ronnie F. Sompie, Dirjen Imigrasipun menyambut baik diskusi dan update isu permasalahan WNI di wilayah KJRI Jeddah, terutama dengan upaya pencegahan TKI Non Prosedural. KJRI Jeddah telah menjadi salah 1 pionir yang mendorong rekomendasi penanganan penegakan hukum di Indonesia dengan intensitas kasus beserta rekomendasinya. Fungsi Keimigrasian KJRI Jeddah bekerja telah sangat profesionalnya.

M. Heri Saripudin menambahkan lagi pentingnya dukungan bagi investor dan buyer untuk lebih banyak datang ke Indonesia antara lain WN Yaman overseas yang menguasai perekonomian dan perdagangan di Timur Tengah. Untuk itu merekomendasikan kemungkinan diberikan fasilitas Visa on Arrival (VoA) bagi WN Yaman overseas ini.

Akhir dari pertemuan adalah penyerahan simbolis dokumen permasalahan temuan dan rekomendasinya dari Konsul Jenderal RI Jeddah kepada Dirjen Imigrasi, dan cinderamata. Disepakati komitmen membangun komunikasi dan koordinasi untuk terus mengupayakan penanganan kasus WNI bermasalah di wilayah KJRI Jeddah. Diperkenalkan pula simbol melayani dengan senyuman melalui jepitan jari tangan menggambarkan bibir yang selalu tersenyum dan ramah dalam melayani.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/jeddah/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Pertemuan-KJRI-Jeddah-dan-Ditjen-Imigrasi-Pembahasan-Isu-Keimigrasian-untuk-Penangangan-WNI-Bermasalah-.aspx )

More »

KJRI Jeddah Gelar Sosialisasi Keimigrasian dan Ketenagakerjaan Dengan WNI Di Kota Madinah

Madinah—Sebanyak 80 WNI yang umumnya bekerja di Rumah Sakit Al Dar Madinah Al-Munawwarah mengikuti sosialisasi keimigrasian dan ketenagakerjaan yang digelar Tim Pelayanan dan Perlindungan (Yanlin) KJRI Jeddah Sabtu (7/10/2017) di Kantor Urusan Haji Daker Madinah.

Materi sosialisasi menitikberatkan pada pemberian data yang benar dalam penerbitan paspor RI berbasis biometrik untuk perlindungan WNI di luar negeri dan kiatnya pascapembaharuan paspor RI dan perjanjian kerja di KJRI Jeddah.

Pada kesempatan tersebut disampaikan perlunya setiap WNI untuk memberikan data yang benar dalam pengajuan paspor.

"Bila data yang disampaikan pemohon bukan data dirinya yang sebenarnya, dia harus mengubahnya di SIMKIM dengan menyertakan dokumen pendukung. Jadi, satu orang satu identitas," terang Ibnu Ismoyo, Konsul Imigrasi KJRI Jeddah.

SIMKIM adalah Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM RI. Sistem ini mulai diterapkan di KJRI Jeddah sejak 1 Maret 2015.

Selain itu, peserta sosialiasi yang terikat dengan kontrak kerja diingatkan agar memperhatikan hak dan kewajibannya sebagaimana tercantum dalam Perjanjian Kerja (PK). Apabila terdapat hak-hak yang tidak terpenuhi sesuai kesepakatan agar disampaikan kepada pemberi kerja atau pengguna jasa, atau bila perlu, meminta bantuan mediasi kepada KJRI Jeddah.

Masa berkaku PK yang telah habis hendaknya segera diperbaharui tanpa menunggu habisnya masa berlaku paspor. "Paspor masa berlakunya lima tahun, sedangkan PK rata-rata 2 tahun," imbuh Ismoyo.

Para pekerja juga diimbau untuk menyimpan paspornya atau fotokopi paspornya dengan baik untuk menghindari kerusakan atau kehilangan. "Bila terjadi musibah paspor hilang, atau paspor anda rusak, anda masih punya fotokopinya. Oleh sebab itu, simpanlah fotokopi paspor anda di rumah, di HP, kirimkan kepada keluarga di Indonesia," sarannya.

Dalam kesempatan tersebut setiap WNI juga diingatkan agar mematuhi peraturan pemerintah setempat agar terhindar dari masalah hukum. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," demikian bunyi pepatah.

Disampaikan bahwa banyaknya WNI yang kini berada dalam penjara disebabkan melanggar hukum negara setempat, khususnya kasus kesusilaan (akhlakiyah). Oleh karena itu, pada setiap kesempatan KJRI Jeddah mengimbau masyarakat agar tidak tergoda untuk melakukan perbuatan asusila yang dapat berakibat sanksi hukum, selain juga dapat mencoreng nama baik bangsa Indonesia yang sangat kental akan adat dan budaya ketimuran.

KMILN Anwar Musyaddad, wakil konsul Imigrasi, dalam kesempatan yang sama memaparkan mengenai Kartu Masyarakat Indonesia Luar Negeri (KMILN). Dijelaskannya latar belakang dibuatnya kebijakan mengenai tersebut, apa fungsinya, siapa saja masyarakat Indonesia luar negeri tersebut, apa saja persyaratan untuk memperolehnya dan di mana tempat untuk mengajukan KMILN di wilayah Arab Saudi.

Pada prinsipnya para pekerja menyambut baik hadirnya KMILN tersebut dan berharap agar mereka segera dapat mengajukan permohonan KMILN itu.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta menyampaikan permasalahan-permasalahan umunya menyangkut masalah ketenagakerjaan seperti gaji, lembur yang tidak sesuai kesepakatan di PK, hak cuti yang dihambat serta langkah yang harus ditempuh apabila masa berlaku kontrak kerja telah habis dan ingin pulang atau ingin memperpanjang kerjanya.

"Kami mohon agar kegiatan seperti ini sering diadakan untuk mempererat silaturahmi, sehingga hubungan antara WNI di Arab Saudi dengan pemerintah (KJRI Jeddah) semakin dekat," usul Nurjanah selaku perawat senior yang ditunjuk sebagai koordinator para pekerja di RS Al Dar.

Selain itu, peserta menyampaikan permohonan agar diadakan Pelayanan Terpadu (YANDU) di kota Madinah dalam waktu dekat.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/jeddah/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/KJRI-Jeddah-Gelar-Sosialisasi-Keimigrasian-dan-Ketenagakerjaan-Dengan-WNI-Di-Kota-Madinah.aspx )

More »

Kenalkan Inovasi Sistem Layanan Keimigrasian, Tim Yanlin KJRI Jeddah Hadir di Thaif

Thaif—Dalam rangka memperkenalkan pelayanan keimigrasian dengan sistem biometrik, Tim Pelayanan dan Perlindungan (Yanlin) KJRI Jeddah terus melakukan kegiatan sosialisasi pelayanan keimigrasian di berbagai kota di wilayah kerja KJRI Jeddah, salah satunya di Kota Thaif.

Konsul Imigrasi KJRI Jeddah, I. Ismoyo bersama tim, menjadi narasumber pada kegiatan yang berlangsung Jumat (6/10/2017) dan dihadiri sekitar 170 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Guna menggalang masyakarat di Kota berhawa sejuk itu, KJRI Jeddah menggandeng paguyuban masyarakat Indonesia di Thaif yang tergabung dalam organisasi Buruh Migran Indonesia atau BMI-SA.

Materi yang disampaikan meliputi pelayanan keimigrasian dengan Sistem Biometrik, kiat pascaselesainya penerbitan paspor dan pembaharuan Perjanjian Kerja (PK), Kartu Masyarakat Indonesia Luar Negeri (KMILN), tata cara pengajuannya dan inovasi layanan informasi keimigrasian.

Inovasi layanan keimigrasian KJRI Jeddah yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain SMS Gateway dan KJRI Jeddah Mobile yang peluncurannya telah dilakukan sekitar setahun silam namun belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

Acara ini juga diisi dengan tanya jawab seputar keimigrasian dan kewarganegaraan. Beberapa perwakilan WNI mengusulkan agar acara serupa lebih sering diadakan mengingat banyaknya permasalahan yang dialami WNI yang memerlukan solusi segera.

"Kami kadang kebingungan harus mengadu kemana. Maka dari itu, kehadiran KJRI Jeddah di tengah-tengah kami sangat kami butuhkan," ujar seorang peserta yang tidak menyebutkan namanya.

Acara berlangsung khidmat dan lancar, diawali pembacaan Al Quran, lantunan sholawat Nabi dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pemaparan materi dan Tanya jawab dan diakhiri dengan makan malam bersama.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/jeddah/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Kenalkan-Inovasi-Sistem-Layanan-Keimigrasian,-Tim-Yanlin-KJRI-Jeddah-Hadir-di-Thaif-.aspx )

More »