|
home>news>

Berita Dari Perwakilan RI

Beri Solusi TKI Bermasalah: KBRI KL Luncurkan “Saya Mau Sukses”

Duta Besar RI Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, luncurkan secara resmi program “Saya Mau Sukses” bagi TKI yang ada di penampungan (shelter) KBRI Kuala Lumpur (4/12). Peluncuran berlangsung di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat, Ciracas, Jakarta Timur, dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pembangunan Desa, Kepala BNP2TKI, Duta Besar RI Kuala Lumpur, Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu serta Direktur Utama BRI.

Program ini didukung juga oleh BRI dalam bentuk pembiayaan pelatihan hingga pinjaman modal melalui KUR TKI. Selama 14 hari belajar, puluhan TKI angkatan pertama tersebut akan dilatih keterampilan pengolahan makanan (food processing) dan kerajinan tangan (handycraft).

“Setiap hari sekurangnya 4 TKI bermasalah masuk ke penampungan di KBRI. Jika tidak diberi keterampilan mereka akan menjadi beban sosial di kampung halamannya dan akan kembali lagi mencari pekerjaan di luar negeri.

Karena itu kita menawarkan solusi bagi mereka agar menjadi wirausahan-wirausahawan baru.”, ujar Rusdi Kirana, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia yang juga pengusaha sukses di Indonesia.

Program ini akan menjadi salah satu program prioritas KBRI Kuala Lumpur dan juga KJRI/KRI di Malaysia. Direncanakan BRI dan perusahaan Lion Group akan membuka kesempatan untuk menyerap produk yang dihasilkan oleh para TKI peserta pelatihan ini.

“Teman-teman TKI bisa menjadikan inisiator program ini, Rusdi Kirana, sebagai salah satu inspirasi. Beliau mulai dari tidak ada menjadi pemilik perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia. Kalau beliau bisa, kalian pasti bisa.”, nasehat Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

Sepanjang tahun 2016, KBRI Kuala Lumpur telah memulangkan 1.334 TKI bermasalah dari penampungan KBRI, atau rata-rata 111 TKI setiap bulannya. Proses pemulangan dilakukan bekerjasama dengan BNP2TKI dan instansi terkait lainnya.

(Sumber : https://www.kemlu.go.id/kualalumpur/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Beri-Solusi-TKI-Bermasalah.aspx )

Selengkapnya »

KJRI Kota Kinabalu Sosialisasi Kekonsuleran di Ladang Sawit

Kota Kinabalu, Malaysia: KJRI Kota Kinabalu telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelayanan penerbitan surat tanda kelahiran bagi warga negara Indonesia yang berada di ladang Gumantong dan Ladang Reka Halus Sandakan (21-23/7).

Dalam kegiatan, tim KJRI telah melayani permohonan surat tanda kelahiran bagi 174 (seratus tujuh puluh empat) anak WNI yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia. Selain itu, tim juga telah memberikan sosialisasi mengenai ketenagakerjaan dan perlindungan warga negara Indonesia serta konsultasi perkawinan WNI dimana terdapat peserta sosialisasi yang menyatakan keinginannya untuk dapat mengikuti sidang Itsbat Nikah di KJRI.

Disela rangkaian kegiatan, tim KJRI juga melakukan pertemuan dengan Jabatan Tenaga Kerja Kinabatangan terkait penyelesaian kasus ketenagakerjaan yang melibatkan WNI. Dalam kesempatan tersebut, diperoleh informasi bahwa kasus pengaduan ke KJRI oleh Hendrikus Davios yang diputus hubungan kerja sepihak oleh majikannya telah diproses oleh JTK Kinabatangan dan saat ini majikan dituntut sebesar RM. 44,115,50 sebagai kompensasi. Dalam kaitan ini, JTK akan mengadakan pertemuan mediasi dengan perusahaan dan pekerja pada tanggal 27 Juli 2017.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa pertemuan KJRI Kota Kinabalu dengan Jabatan Tenaga Kerja Kinabatangan seperti yang dilakukan oleh Tim di ladang GUmantong ini adalah dalam rangka meningkatkan koordinasi dalam penanganan kasus ketenagakerjaan yang melibatkan WNI. Kata Konjen Irfan : "Mayoritas ladang sawit di Sabah berada di wilayah Sandakan/Kinabatangan, sehingga sudah semestinya koordinasi KJRI Kota Kinabalu dengan JTK dapat dimaksimalkan sebagai sebuah upaya KJRI dalam penanganan kasus ketenagakerjaan, khususnya yang berada di wilayah Kinabatangan".

(sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/KJRI-KK-Sosialisasi-Kekonsuleran-dan-Layanan-Surat-Tanda-Kelahiran-di-Ladang-Sawit.aspx )

Selengkapnya »

174 Anak TKI Di Sabah Ikuti Program Beasiswa Pendidikan di Indonesia

Kota Kinabalu, Malaysia: Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Ahmad DH Irfan dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) melepas keberangkatan 96 anak-anak TKI siswa-siswi SIKK dan Community Learning Center yang mengikuti program repatriasi pendidikan (program beasiswa) di Indonesia dan melanjutkan pendidikan tingkat SMU/SMK, Kota Kinabalu (20/7). Mereka diberangkatkan ke Jakarta, menggunakan penerbangan udara dan dibagi 3 kloter.

Achmad DH. Irfan pada saat melepas anak anak tersebut mengingatkan agar mereka memiliki kesiapan mental karena berhadapan dengan kondisi tempat dan kebiasaan yang berbeda dengan keadaan di Sabah. Selain itu, mereka diingatkan agar belajar bersungguh-sungguh untuk dapat bersaing dengan anak-anak dari daerah lainnya dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Kepala SIKK, Istiqlal menyebutkan bahwa rombongan siswa yang berangkat adalah sebagian dari 174 orang anak-anak di Sabah yang mendapatkan beasiswa dari beberapa sekolah di Indonesia, antara lain: Permata Insani Tangerang, Islamic Village Karawaci, SMKN 2, SMA IT Alhuda Wonogiri, SMA Muhammadiah 1 Ngawi, Nunukan. Melalui program beasiswa diharapkan anak-anak TKI dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mencapai cita-cita diimpikan.

Suasana haru dan gembira tampak di wajah para orang tua saat mengantar anak-anak tersebut yang akan diberangkatkan. Beberapa orang tua dan anak terlihat menitikkan airmata karena akan berpisah untuk sementara waktu. Diantaranya seorang bapak, Rudi Ancang yang datang untuk mengantar anaknya Sitti Wan Sahira (15 thn) diterima di SMA Permata Insani. Meskipun gembira anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Indonesia, namun mengaku rasa kekhawatiran melepas putrinya.

Rombongan siswa dan orang tua dalam jumlah besar di Bandara menarik perhatian beberapa warga setempat yang menanyakan tujuan keberangkatan mereka. Saat mengetahui adanya program repatriasi pendidikan (beasiswa) bagi anak-anak TKI di Sabah, mereka memuji upaya dan perhatian Pemerintah Indonesia terhadap warganya yang berada diluar negeri. Bahkan ada yang menyebutkan, Indonesia keliatan lebih baik berbanding Malaysia yang saat ini mulai mengurangi program beasiswa.

(sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/174-Anak-TKI-Di-Sabah-Ikuti--Program-Beasiswa-Pendidikan-di-Indonesia.aspx )

Selengkapnya »

Bertemu Vendor, KJRI Johor Bahru Jelaskan Prosedur Penerbitan Paspor Untuk Rehiring

KJRI Johor Bahru diwakili oleh Pelaksana Fungsi (P.F) Konsuler 1, PF. Kosuler 2, P.F. Pensosbud dan Staf Teknis Imigrasi pada 27 April 2017 telah mengadakan pertemuan dengan 3 perusahaan vendor/penyedia jasa yang ditunjuk pemerintah Malaysia dalam penanganan program rehiring. Dalam pertemuan ini hadir perwakilan dari IMAN Sdn. Bhd., Bukit Megah Sdn Bhd, dan MyEG Services Berhad. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur pemberian paspor bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendaftar melalui program E-KADdan selanjutnya akan mengikuti program rehiring.

PF. Konsuler 2, Argiadipa, menjelaskan bahwa KJRI Johor Bahru telah mulai melayani pembuatan paspor bagi WNI dalam program E-Kad dan rehiring. "Sebagai perwakilan Pemerintah RI, KJRI Johor Bahru memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan dan memastikan bahwa TKI mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya", kata Argiadipa. Dalam rangka perlindungan tersebut, untuk pembuatan paspor di KJRI Johor Bahru, peserta program E-Kad dan rehiring, terlebih dahulu harus membuat kontrak kerja dan mendaftarkan diri pada asuransi Indonesia sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pembuatan kontrak kerja oleh pekerja dan majikan dapat dilakukan di Loket 11 bagian Ketenagakerjaan KJRI Johor Bahru, setelah terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap validitas E-Kad oleh petugas. Selain pengecekan keaslian E-Kad,petugas juga akan meminta paspor asli atau salinan/fotokopi paspor danlaporankehilangan (police report) apabila paspor asli hilang. Setelah membuat kontrak kerja, TKI dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti asuransi Indonesia. Saat ini, telah ada satu konsorsium asuransi Indonesia beroperasi secara resmi dan membuka cabang di Johor Bahru.

Setelah memiliki kontrak kerja dan asuransi, TKI dapat menuju ke fungsi Imigrasi KJRI Johor Bahru. Staf Teknis Imigrasi, I Gusti Bagus, menyatakan bahwa penerbitan paspor RI merupakan wewenang penuh pemerintah Indonesia dan UU Keimigrasian mensyaratkan adanya paspor asli, ataufotokopinya yang disertai surat keterangan hilang dari kepolisian. "Apabila persyaratan terpenuhi, akan diproses untuk input data ke dalam Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM)", lanjut Gusti. Namun demikian, apabila terjadi duplikasi identitas, seperti perbedaan nama, maka paspor tidak dapat diterbitkan dan bagi WNI tersebut akan diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk dipergunakan pulang ke Indonesia."Sistem akan menolak apabila terjadi duplikasi, dan hanya bisa dilakukan perubahan data pada sistem didaerah sesuai dengan KTP nya" lanjut Gusti.Kepada vendor disampaikan pula bahwa biaya pengurusan paspor di KJRI Johor Bahru adalah RM 109 dalam waktu tiga hari kerja.

Selain menjelaskan mengenai paspor, dalam pertemuan ini juga dibahas teknis proses yang harus dilalui PATI yang akan mengikuti program E-KAD dan rehiring serta mengenai proses perpanjangan permit yang sering dikeluhkan oleh PMI.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/johorbahru/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Bertemu-Vendor,-KJRI-Johor-Bahru-Jelaskan-Prosedur--Penerbitan-Paspor-Untuk-Rehiring.aspx )

Selengkapnya »

KRI Tawau Selenggarakan ‘Bengkel’ Untuk Guru Ladang

(Tawau) Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kerja Kependidikan (GTK), Kemdikbud RI selenggarakan Lokakarya Guru Lokal Sabah bertema "Mengajar Menyenangkan dan Kreatif di Kelas Rangkap", di Hotel Emas, Tawau, Sabah, Malaysia (Selasa-Kamis/18-20 April 2017).Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 70 guru Indonesia yang mengajar anak-anak Buruh Migran Indonesia (BMI) di dalam perkebunan sawit di Sabah atau 'guru lokal' bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian guru lokal yang kebanyakan tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan.

Kegiatan ini diresmikan oleh Konsul RI, Krishna Djelani dengan dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Prof. Ari Purbayanto, wakil dari Direktorat Jenderal GTK, Elvira Dayana, Pelaksana Fungsi Tawau, KJRI Kota Kinabalu dan Kuching, serta utusan Jabatan Pendidikan Negeri Sabah, Abdul Wahab.

Pada sambutan pembukanya, Konsul RI Tawau sampaikan bahwa pendidikan adalah hak semua anak. Hal ini tercantum dalam Universal Declaration for Human Rightstahun 1948 yang kemudian ditegaskan kembali dalam World Declaration on Education for All di Jomtiem, Thailand,tahun1990. Namun, pemerintah Indonesia telah lebih dulu mengutamakan pentingnya pendidikan. Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan dan Pasal 31 UUD 1945. Dalam mengimplementasikan hal ini, KRI Tawau selalu mendukung berbagai kegiatan pendidikan khususnya kegiatan pendidikan untuk anak-anak BMI.

Konsul RI Tawau sampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat sehingga kegiatan ini bisa terselenggara dengan lancar. Konsul RI Tawau berharap agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan dengan baik untuk meningkatkan ketrampilan dan kompetensi mereka sebagai pendidik.

Sementara Prof. Ari Purbayanto menyampaikan pesan agar para peserta guru ladang jangan berkecil hati karena belum mendapatkan gelar sarjana. Karena meski belum bergelar sarjana, dengan semangat, keperdulian dan pengetahuan yang didapat dalam lokakarya ini mereka diharapkan dapat membantu mendidik penerus bangsa yang sukses.

Sedangkan Abdul Wahabmenyampaikanbahwa guru Indonesia telah memberikan pengaruh yang sangat positif di Sabah, katanya "Saya kagum dengan guru dari Indonesia, selain berkemampuan baik, juga tidak pernah terlibat masalah".

Dalam kegiatan lokakarya, para peserta mendapatkan materi kecerdasan majemuk yang disampaikan oleh Munif Chatif, Direktur School of Human. Munif menekankan pentingnya memandang bahwa setiap anak adalah juara. Setiap anak tidak bisa diukur kecerdasannya dengan ukuran yang sama, karena bakat dan minat setiap anak berbeda. Beliau juga menekankan pentingnya reorientasi pembelajaran kepada student-centered learning, atau pola pengajaran melibatkan partisipasi aktif dari siswa.

Yoki Ariyana, widya iswara Kemdikbud RI, menyampaikan perubahan kebijakan Kemdikbud terkait pengembangan karir guru, dari konsep 'guru pembelajar' kembali kepengembangan profesi berkelanjutan. Meski terdapat beberapa perubahan namun esensinya sama yaitu mencapai guru yang profesional.Guna mencapai kemampuan yang profesional, guru haruslah menguasai kurikulum 2013 yang menekankan siswa pada pentingnya berfikir saintifik: mengamati, menanyakan, mengumpulkan data mengasosiasi dan mengkomunikasikan (5M).

Selain pembicara dari Jakarta, peserta akan mendapatkan pelatihan dari guru utusan Kemdikbud RI yang telah bertugas sejak 2013 di Sabah. Asep Iqbal, guru community learning centre (CLC) Pontian Fico menyampaikan tentang "Math is Fun". Guru yang sudah mendapatkan banyak penghargaan sebagai pengajar terbaik bidang matematika ini ingin mengubah persepsi tentang matematika. Dari mapel yang ditakuti guru dan siswa menjadi mapel yang digemari melalui rumus praktis dan metode pembelajaran yang praktis.

Franky Kurniawan, guru berpredikat lulusan terbaik Universitas Negeri Malang ini menyampaikan materi tentang "Digital Storytelling".Penerapan tema tersebut di CLC Jeroco pernah dipresentasikan di Jepang dan mendapatkan penghargaan sebagai pemenang kedua penulisan artikel terbaik. Kali ini Franky akan mendemonstrasikan pembuatan wayang digital dengan bahan yang sederhana dan mudah didapat seperti stik es krim.

Pada sesi berikutnya, Dewi Agus Damayanti menyajikan contoh dan aplikasi materi-materi tersebut pada pembelajaran kelas rangkap.

Penerapan teknologi informasi juga masih menjadi hambatan bagi guru-guru lokal di Sabah. Oleh karena itu, para peserta diberikan pelatihan tentang dasar-dasar penggunaan Microsoft word yang disampaikan oleh Octaviani Indria Purnamasari.

Sedangkan Mi'raj Dosen Universitas Terbuka pokja Tawau menekankan pentingnya untuk menulis dan berkarya.Dari keterampilan mengetik yang sudah didapat sebelumnya, guru diminta untuk menuliskan pengalaman mengajar di ladang.

Meski harus mengikuti pelatihan selama 3 hari penuh hingga larut malam, para peserta nampak antusias mengikuti pelatihan.

Pemerintah Indonesia telah mengirim guru Indonesia ke Sabah sejaktahun 2006 untuk mengajar materi ke-Indonesiaan. Sejak tahun 2011, Pemerintah Malaysia telah mengijinkan Pemerintah Indonesia untuk mendirikan pusat kegiatan belajar masyarakat atau community learning centre (CLC) di dalam perkebunan sawit di Sabah. Per April 2017, terdapat sebanyak 13000 anak Indonesia yang terdaftar di CLC-CLC yang tersebar di seluruh Sabah.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/tawau/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/lokakarya-guru-lokal-2017.aspx )

Selengkapnya »

KJRI Kota Kinabalu Sosialisasi Pentingnya Surat Tanda Kelahiran di Beaufort

KJRI Kota Kinabalu gelar kegiatan sosialisasi dan pelayanan penerbitan surat tanda kelahiran bagi anak-anak Warga Negara Indonesia yang berada dan bekerja di Daerah Beaufort, di Pantai Barat (1-2/4). Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara di Beaufort (1 April) dan juga pihak guru Community Learning Centre (CLC) yang berada di Lumadan, Beaufort (2 April).

Tim KJRI memaparkan berbagai aspek perlindungan warga negara Indonesia dan jasa kekonsuleran yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI sebagai wakil pemerintah Indonesia di wilayah Sabah. Dijelaskan juga kepada para hadirin tentang perlunya seseorang anak memiliki Surat Tanda Kelahiran yang dapat dipergunakan oleh ybs untuk berbagai keperluan di masa mendatang.

Selama kegiatan, tim KJRI menyelesaikan permohonan surat tanda kelahiran bagi 288 anak WNI yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia, dengan rincian 73 permohonan STK di kegiatan sosialisasi bersama Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara (KKBNT) Beaufort dan 215 permohonan STK di Lumadan, Grup Sawit Kinabalu.

Pelayanan Kekonsuleran KJRI Kota Kinabalu disambut antusias oleh para pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara WNI/TKI yang berada di wilayah Beaufort dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KKBNT, Yohanes Ile Tokan Thomas, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pelayanan KJRI Kota Kinabalu yang telah memudahkan para anggota KKNBT untuk memiliki surat tanda kelahiran bagi putra putri mereka yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia.

Pada kesempatan terpisah, Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan menyatakan bahwa Tim KJRI akan selalu berhubungan dengan masyarakat yang memohon pelayanan. "Masyarakat banyak yang belum tahu mengenai kegunaan dari berbagai dokumen penting seperti Surat Tanda Kelahiran dan Surat Perkawinan," tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjut Akhmad, tim KJRI ditugaskan untuk melakukan kegiatan sosialisasi ke berbagai daerah dalam rangka memberikan informasi tentang pentingnya dokumen tersebut di atas.

"Dan hal itu disambut baik oleh para Warga Negara Indonesia, khususnya para pekerja dan keluarganya yang bekerja dan berdomisili di Sabah," pungkasnya.

(Sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/KJRI-Kota-Kinabalu-Sosialisasi-Pentingnya-Surat-Tanda-Kelahiran-di-Beaufort.aspx )

Selengkapnya »

Menlu Retno Tinjau Pusat Pelayanan Pelatihan WNI di Johor Bahru

Menlu Retno L.P. Marsudi meninjau Indonesian Community Centre (ICC), Pusat Pelayanan Pelatihan bagi WNI di Muar, Johor (17/3). Program pelatihan di ICC merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada WNI.

Menurut Menlu Retno, jenis pelatihan yang disediakan oleh Perwakilan Indonesia di luar negeri disesuaikan dengan kebutuhan para Pekerja Migran Indonesia di setiap negara. Hingga saat ini, di Malaysia terdapat 2 ICC yang telah aktif berjalan. ICC Muar resmi didirikan pada tahun 2016, kemudian dilanjutkan dengan pendirian ICC di Kuantan, Pahang pada 18 Februari 2017.

Selain diadakan di Malaysia, program yang sama telah dikembangkan di Hong Kong dan Singapura.

Pelatihan ini, lanjut Menlu Retno, diharapkan bisa menjadi modal ketrampilan atau berwirausaha bagi para PMI, jika suatu saat ingin kembali ke Tanah Air. Sehingga sekembalinya dari merantau di negeri orang, para PMI ini akan dapat mengembangkan daerah asalnya dan meningkatkan perekonomian daerah.

Pendirian ICC di wilayah kerja KJRI Johor Bahru merupakan wujud partisipasi aktif tokoh-tokoh masyarakat dan diaspora Indonesia untuk bekerjasama memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan WNI di luar negeri.

ICC merupakan wadah interaksi WNI yang berada di negara bagian-negara bagian di Malaysia, salah satu programnya yaitu kegiatan edukatif untuk anak-anak. Melalui ICC ini, anak-anak diperkenalkan dengan materi-materi terkait dengan Indonesia seperti bahasa, sejarah, kewarganegaran dan budaya. Dengan demikian, ketika kembali ke kampung halaman, mereka tidak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pendidikan di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari tokoh-tokoh masyarakat Indonesia termasuk pula dosen-dosen Indonesia di Universiti Malaysia Pahang yang telah mengupayakan agar ICC ini dapat diselenggarakan di Pahang," jelas Konjen Johor Bahru, Haris Nugroho, saat pembukaan ICC Kuantan, Pahang.

Selain berfokus pada pendidikan, ICC juga memberikan berbagai pelatihan-pelatihan bagi para WNI di sana, salah satu pelatihan yang diberikan di ICC Muar adalah pelatihan alat pendingin ruangan. Program pelatihan di ICC ini merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada para PMI yang diresmikan oleh Menlu Retno dalam kunjungan yang sama.

(Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Menlu-Retno-Tinjau-Pusat-Pelayanan-Pelatihan-WNI-di-Johor-Bahru.aspx)

Selengkapnya »

Dari Johor Bahru, Menlu Retno Minta Pembayaran Gaji Non Tunai TKI Dijajaki

Menlu Retno L.P. Marsudi meminta agar pihak manajemen, yang mempekerjakan TKI, menjajagi pembayaran gaji non tunai. Hal ini untuk lebih memudahkan dan memberikan keamanan bagi para TKI.

Permintaan ini diutarakan Menlu Retno saat bertemu dengan para TKI Johor Bahru dan manajemen perkebunan kelapa sawit Kulim Berhard, Johor (Kamis, 16/3).

Pesan-pesan perlindungan bagi para TKI juga dititipkan Menlu Retno kepada pihak manajemen.

Kunjungannya ke Johor Bahru dan bertemu dengan para TKI di Ladang Bashir Ismail ini, merupakan rangkaian lawatan Menlu Retno ke Malaysia guna memastikan agenda perlindungan bagi para WNI dan TKI di luar negeri.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Penang, Retno bertemu dengan Menteri Besar Penang, Tun Dato' Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara. Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga menitipkan pesan perlindungan WNI.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian Malaysua tempat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar. Setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

( Sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Dari-Johor-Bahru,-Menlu-Retno-Minta-Pembayaran-Gaji-Non-Tunai-TKI-Dijajagi.aspx )

Selengkapnya »

Kunjungi Penang dan Johor Bahru, Menlu RI Tingkatkan Perlindungan dan Pelayanan WNI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir gelar press briefing pada Rabu siang di Ruang Palapa, Kemlu RI (15/3). Dalam press briefing kali ini, Jubir Kemlu membahas kunjungan 3 hari Menlu RI ke Penang dan Johor Bahru, Malaysia.

Menlu Retno Marsudi kunjungi Penang dan Johor Bahru untuk bertemu dan berdialog dengan para WNI di kedua negara bagian Malaysia tersebut. Kunjungan Menlu bertujuan untuk penguatan perlindungan dan pelayanan WNI di luar negeri, terutama di sentra-sentra TKI. Saat ini, tercatat lebih dari 1,4 juta WNI menetap secara resmi di Malaysia.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian dimana terdapat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar, setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

Dalam kesempatan ini, Menlu Retno bersama tim KJRI turun langsung menemui para TKI di tempat tempat mereka bekerja, antara lain di ladang Pelam KLK, Kedah dan Plexus Riverside, sebuah industri padat teknologi di Penang, Malaysia. Menlu Retno temui manajemen perusahaan dan menitipkan pesan perlindungan bagi para TKI di sana.

Para TKI berbagi kisah dan cerita mereka selama mengadu nasib di negeri Jiran, banyak dari mereka yang berhasil karena masuk secara resmi dan bekerja sesuai dengan peraturan dan ketentuan serta mendapatkan perlindungan yang memadai dari perusahaan tempat mereka bernaung.

Namun, banyaknya jumlah TKI ilegal yang bekerja di Malaysia menghadirkan berbagai permasalahan ketenagakerjaan, seperti gaji yang tidak dibayar, penganiayaan, pelanggaran keimigrasian dan isu perdagangan manusia yang saat ini cukup mengkhawatirkan.

Menlu Retno pastikan negara hadir untuk para WNI dimanapun mereka berada, tiga strategi utama yang selalu menjadi dasar dalam perlindungan WNI adalah (i) tindakan preventif, (ii) deteksi dini dan (iii) immediate response. Untuk itu banyak terobosan-terobosan telah dilakukan oleh perwakilan Indonesia untuk perkuat layanan terhadap para WNI. Termasuk KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru yang telah berinovasi untuk meningkatkan sistem pelayanan kekonsuleran dan pelayanan paspor sehingga semakin efektif dan efisien.

Menlu Retno bersama Tim KJRI kembali mensosialisasikan pelayanan kekonsuleran bagi para WNI di Malaysia. Menlu Retno tekankan bahwa perwakilan Indonesia adalah rumah bagi para WNI di luar negeri, dimana para staf di setiap perwakilan akan siap sedia membantu para WNI.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Kunjungi-Penang-dan-Johor-Bahru,-Menlu-RI-Tingkatkan-Perlindungan-dan-Pelayanan-WNI.aspx)

Selengkapnya »

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang tertarik bekerja di Sarawak. Salah satu negara bagian Malaysia ini memang memberikan keistimewaan kepada Indonesia karena hanya menerima TKA asal Indonesia dan menstop TKA dari negara lain seperti misalnya Bangladesh.  Perusahaan-perusahaan yang diberi ijin mempekerjakan TKA juga lebih menyukai tenaga kerja asal Indonesia karena dianggap lebih berdedikasi, tidak banyak menuntut, ramah dan sopan.

Apa saja jenis-jenis pekerjaan yang dapat dimasuki oleh calon TKI di wilayah Sarawak. Banyak sekali jenis pekerjaan yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan seperti welder  dan fitter untuk pertambangan ataupun galangan kapal, electrician, foreman serta perawat orang tua dan anak. Untuk level lebih tinggi, pekerjaan sebagai insinyur dan arsitek banyak ditemukan pada site-site pekerjaan konstruksi. Untuk anda yang memiliki latar pendidikan atau keahlian yang pas-pasan ada pula pekerjaan sebagai general workers di pabrik pengolahan kayu lapis atau sebagai pekerja kebun ataupun pekerja konstruksi.

Lalu dimana mendapatkan informasi pekerjaan di Sarawak? Jika anda memiliki akses internet, banyak portal job yang bisa anda kunjungi yang mengiklankan peluang kerja yang segera harus diisi. Perusaahaan-perusahaan besar/multinasional bahkan memiliki portal job sendiri. Anda dapat pula mengunjungi portal  jobsinfo.bnp2tki.go.id untuk melamar pekerjaan dengan berbagai skema penempatan. Portal ini dibangun oleh Pemerintah Indonesia untuk membantu pencari kerja mendapatkan informasi peluang kerja dari luar negeri. Kalau kebetulan anda sudah berada di Sarawak, anda dapat melihat informasnya di koran-koran setempat. (Sumber: KJRI Kuching)

Selengkapnya »