|
home>news>berita:53/AMERICAN SAMOA>

Kegiatan Outreach Pelayanan Kekonsuleran dan Sosialisasi tentang Kewarganegaraan, Keimigrasian dan SIMKIM di Anchorage, Alaska

Rencana penerapan SIMKIM pada KJRI San Francisco pada tahun 2017 akan berdampak cukup signifikan bagi WNI yang tinggal di negara bagian lain di wilayah kerja KJRI San Francisco.

Sosialisasi penggunaan SIMKIM di Alaska kami lakukan pada kesempatan pertama sebagai salah satu agenda kegiatan outreachterhadap masyarakat Indonesia di wilayah kerja. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda dalam kunjungan Konsul Jenderal RI ke Anchorage, Alaska. Kegiatan outreach tersebut diadakan pada tanggal 5 Agustus 2017. Kegiatan ini berupa temu masyarakat dan sosialisasi tentang penerapan SIMKIM, kewarganegaraan, dan isu-isu terkait lainnya. Dalam pertemuan ini juga dibuka pelayanan warung konsuler.

Acara temu masyarakat dihadiri oleh kurang lebih 30 orang WNI yang sebagian merupakan ibu rumah tangga yang menikah dengan orang asing dan sebagian lainnya bekerja pada berbagai perusahaan di Anchorage. Dalam sambutan, Konsul Jenderal menyampaikan bahwa KJRI San Francisco senantiasa memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menghimbau masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga kekompakan dan saling membantu. Terkait rencana penerapan SIMKIM, kami sampaikan bahwa SIMKIM akan mulai diterapkan di KJRI San Francisco pada bulan September/Oktober 2017 yang berdampak pada keharusan WNI untuk datang langsung ke KJRI San Francisco untuk memberikan sidik jari dan pengambilan foto apabila hendak memperpanjang paspor.

Tanggapan masyarakat terhadap penerapan SIMKIM cukup beragam diantaranya mempertanyakan mengapa menjadi sulit untuk memperpanjang paspor. Terkait hal ini kami sampaikan prosedur pengambilan sidik jari dan foto telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM yang diperlukan untuk memastikan tingkat keamanan dokumen negara dan menghindari pemalsuan identitas. KJRI juga menawarkan solusi pelayanan jemput bola dengan membuka warung konsuler di Alaska setiap tahun sehingga masyarakat dapat memberikan sidik jari dan foto tanpa harus datang ke San Francisco.

Kegiatan outreach serupa akan dilakukan secara rutin paling sedikit satu tahun sekali sebagai bentuk perhatian KJRI San Francisco atas kesulitan yang dialami masyarakat Indonesia di Alaska dalam mendapatkan pelayanan KJRI.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/sanfrancisco/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Pelayanan-masyarakat-Indonesia-di-Anchorage,-Alaska.aspx )