|
home>news>

Berita Dari Perwakilan RI

Diperbanyak, Jumlah Pekerja Migran Sektor Formal di Singapura

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperbanyak jumlah penempatan pekerja migran skilled workers yang bekerja di berbagai sektor formal di Singapura.

Namun hal ini harus diiringi dengan peningkatan keterampilan kerja dan penguasaan bahasa yang baik agar tidak kalah bersaing dengan pekerja-pekerja migran dari negara lain.

Demikian diungkapkan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto seusai mengadakan pertemuan dengan Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya di KBRI Singapura.
 

"Pasar kerja di sektor formal masih terbuka luas di Singapura. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan penyiapan pekerja migran yang kompeten, terampil dan penguasaan bahasa yang baik, " kata Sekjen Hery dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Kamis (5/4).
 

Sekjen Hery mengatakan kebutuhan pasar kerja sektor formal di Singapura diprediksi akan terus bertambah akibat pertumbuhan investasi dan sektor riil yang meningkat beberapa tahun ke depan.
 

Selama ini jenis lowongan dan peluang kerja bagi formal yang tersedia di berbagai negara penempatan antara lain konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, jasa (services), perhotelan dan turisme, nurse dan caregiver, pelayan supermarket, pekerja perkebunan, pertanian serta perikanan

"Kita harus bisa memenuhi lowongan kerja dengan menyiapkan dan memperbanyak pekerja migran berkualitas di Singapura. Kita juga terus memperkuat proses pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja," kata Sekjen Hery.

Dalam pertemuan ini dibicarakan juga upaya-upaya dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja di Singapura serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented.

Mengenai kerja sama ditingkat ASEAN, kata Hery diharapkan implementasi semua dokumen Action Plan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW) dapat terwujud dan semua negara ASEAN berkomitmen melaksanakannya.

"Bagi pemerintah ini adalah upaya konkrit untuk memastikan dokumen tersebut terimplementasi secara legally-binding agar perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di kawasan ASEAN dapat terwujud lebih baik," kata Sekjen Hery.

Biro Humas Kemnaker

Sumber : ( http://kemnaker.go.id/berita/berita-tki/diperbanyak-jumlah-pekerja-migran-sektor-formal-di-singapura )

Selengkapnya »

4000 Tenaga Kerja Indonesia di Singapura Sambut Peluncuran 3 Inovasi Pelayanan Publik

Singapura, Singapura: Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, meluncurkan 3 inovasi pelayanan publik di KBRI Singapura, Minggu (11/3). Peluncuran dilakukan di depan sekitar 4000 TKI yang sebagian besar perempuan. 3 Inovasi tersebut meliputi Kartu Pekerja Indonesia Pelaut, BPJS Ketenagakerjaan Online dan Akreditasi Agen Online.

"Sesuai arahan Presiden, Kemlu akan terus lakukan inovasi pelayanan publik bagi WNI di luar negeri. 3 inovasi KBRI Singapura ini adalah salah satu bukti komitmen kami," ujar Menlu Retno.

Lebih lanjut Menlu Retno meminta TKI di Singapura agar fokus bekerja sebaik mungkin.

"Mbak-mbak semua silahkan bekerja sebaik mungkin. Pemerintah akan fokus berikan perlindungan terbaik bagi mbak-mbak sekalian," ujarnya.

Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, menambahkan bahwa diharapkan dengan ketiga inovasi tersebut para TKI dapat menikmati berbagai pelayanan dengan lebih mudah dan cepat.

"KBRI Singapura akan selalu berusaha hadirkan pelayanan terbaik bagi teman-teman pekerja migran," ujar Dubes Ngurah Swajaya dalam sambutan pengantarnya.

Pada peluncuran tersebut Menlu Retno juga menyumbangkan lagu Terajana yang disambut antusias oleh para TKI. Sekitar 4000 TKI yang hadir ikut bergoyang ria.

Ikut meramaikan acara peluncuran tersebut, artis Via Vallen yang khusus didatangkan untuk menghibur TKI yang hadir. (Kemlu RI)

 

(sumber : https://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/4500-Tenaga-Kerja-Indonesia-di-Singapura-Sambut-Peluncuran-3-Inovasi-Pelayanan-Publik.aspx )

Selengkapnya »

PELUNCURAN KARTU PEKERJA INDONESIA SINGAPURA

Salah satu upaya konkrit perlindungan TKI oleh pemerintah RI di luar negeri berupa peluncuran Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) yang dilakukan KBRI Singpura hari ini, 4 Desember 2016 di Singapura.

(KPIS) diluncurkan oleh KBRI terdiri dari 2 jenis, yakni KPIS dan KPIS Co-Branding yakni kerjasama KBRI dengan BUMN, Bank BNI.

Grand Launching KPIS pada tanggal 4 Desember 2016 dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, didampingi Sekjen Kemlu serta Wakil Direktur Utama BNI dihadapan lebih dari 3000 TKI yang hadir di KBRI Singapura mulai jam 10.00 hingga 15.00 waktu Singapura.

KPIS merupakan kartu identitas bagi para TKI di Singapura guna peningkatan perlindungan dan pelayanan KBRI dengan memberikan berbagai manfaat bagi para TKI.

KPIS dan Co-Branding BNI merupakan wujud konkrit mengenai realisasi Nawacita Pemerintah RI bahwa "Negara dan BUMN Hadir Untuk Masyarakat", khususnya TKI di Singapura. KPIS diterbitkan oleh KBRI TANPA dipungut biaya.

Sampai saat peluncuran, terdaftar 2700 kartu yang telah diterbitkan dan pada saat ini, KBRI masih terus melayani penerbitan KPIS hingga malam hari. Pendaftaran juga dibuka setiap hari kerja dan hari minggu di KBRI Singapura.

KBRI juga meluncurkan "Dashboard Tenaga Kerja Indonesia di Singapura" yang memberikan informasi terkini secara real time mengenai berbagai aspek terkait perlindungan TKI di Singapura.

Selengkapnya »