|
home>news>berita:8/BRUNEI DARUSSALAM>

Tingkatkan Daya Saing, WNI Sambut Universitas Terbuka di Brunei Darussalam

Minggu malam (2/4), sebanyak 200 orang berkumpul di aula KBRI Bandar Seri Begawan untuk mengikuti sosialisasi Universitas Terbuka (UT) di Brunei Darussalam. Hadir pada kesempatan tersebut, Dr. Tati Rajati, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh – UT yang datang langsung dari Pontianak. Selain Dr. Tati, hadir juga alumni UT Angkatan I, Ahmad Syahri yang telah berhasil berkarya sebagai Staf Teknis Tenaga Kerja di KBRI Bandar Seri Begawan, dan mahasiswa semester 2 Fakultas Hukum UT di Brunei Darussalam, Aris Purwanto. Keduanya hadir untuk berbagi pengalaman dengan para peserta mengenai motivasi dan cara belajar mereka di UT, khususnya bagaimana berbagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Dr. Tati Rajati menyebutkan bahwa UT merupakan jalan keluar bagi semua orang yang ingin meningkatkan jenjang pendidikannya, dimana tidak ada batasan usia mahasiswa dan memberikan keleluasaan dalam tempat dan waktu belajar. Hal ini tentu saja sangat dicari oleh para calon mahasiswa yang sudah bekerja namun masih ingin berkuliah, terlebih lagi UT menawarkan harga yang sangat terjangkau. Dengan berbagai inovasi bantuan belajar yang ditawarkan oleh UT, mahasiswa tidak akan kesulitan untuk belajar, apalagi saat ini UT telah secara maksimal memanfaatkan kemajuan teknologi. Mahasiswa tidak perlu lagi harus datang ke ruang kelas secara fisik, namun mereka dapat berdiskusi secara online dengan dosen dan rekan-rekan di kelas. Boleh dikatakan, UT menciptakan ruang kelas virtual bagi mahasiswa-mahasiswanya.

Sementara itu, Ahmad Syahri dan Aris Purwanto berbagai pengalaman mengenai motivasi mereka bergabung menjadi mahasiswa UT. Ahmad Syahri, yang masuk menjadi mahasiswa UT pada tahun 1985 atau setahun setelah UT resmi didirikan, menyebutkan faktor keleluasaan tempat dan waktu belajar merupakan pertimbangan utamanya memilih UT. Selain itu, Syahri juga mempertimbangkan biaya kuliah yang terjangkau. Begitu ditanya mengenai prospek lulusannya, Syahri menyebutkan bahwa dirinya diterima menjadi PNS dengan menggunakan ijazah sarjana dari UT, dan melanjutkan ke jenjang pasca sarjana di universitas lain menggunakan ijazah yang sama. Artinya, ijazah dan kualitas lulusan UT dapat diterima dengan baik di dunia kerja.

Senada dengan itu, Aris Purwanto juga mengemukakan bahwa keinginan untuk belajar di UT didorong oleh adanya keterbatasan waktunya untuk belajar karena disaat yang sama, Aris harus bekerja menafkahi keluarganya sebagai seorang pekerja swasta di Kuala Belait, Brunei Darussalam. Aris menyebutkan bahwa dirinya harus pintar membagi waktu antara belajar dan bekerja. Baik Syahri maupun Aris sepakat menyebutkan bahwa motivasi dan disiplin waktu belajar adalah kunci utama kesuksesan belajar di UT. Karena seperti yang di ingatkan oleh Dr. Tati Rajati, mahasiswa UT diarahkan belajar mandiri, artinya tidak akan ada figur dosen yang terus menerus mengingatkan mahasiswanya untuk belajar. Semuanya tergantung pada komitmen masing-masing.

Pada sesi diskusi, banyak yang penasaran apa pekerjaan Aris, sebagai contoh mahasiswa UT di Brunei Darussalam. Dengan rendah hati, Aris menyebutkan bahwa dirinya juga hanya buruh biasa namun memiliki tekad untuk maju dan ingin mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk dirinya dan keluarga. Para peserta juga penasaran dengan proses pendaftarannya, dan bahkan beberapa peserta menyatakan keinginannya untuk langsung mendaftar ke UT. Hal ini dijawab oleh Dr. Tati Rajati bahwa pihaknya akan bekerjasama lagi dengan KBRI untuk mengadakan bimbingan registrasi dan mengirimkan petugas teknisnya ke Brunei Darussalam. Di lain pihak, para peserta juga meminta KBRI untuk melakukan sosialisasi seperti ini lagi yang langsung dijawab KBRI bahwa pihaknya memang merencanakan program sosialisasi seperti ini di beberapa tempat pada tahun 2017 ini. Selama ini, KBRI juga memberikan fasilitas tempat dan pengawas ujian bagi mahasiswa UT di Brunei Darussalam.

(sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Ingin-Maju-dan-Mampu-Bersaing-di-Dunia-Kerja,-Masyarakat-Indonesia-Antusias-Sambut-Universitas-Terbuka-di-Brunei-Darussalam.aspx )