|
home>News

News From RI representatives

Kemlu Wujudkan Perlindungan WNI Yang Seragam

Perlindungan WNI di luar negeri merupakan keniscayaan. Yang menjadi isu saat ini adalah standarisasi di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Dirjen Protokol dan Konsuler, Andri Hadi, menegaskan bahwa Kemlu beserta seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri sedang mengusahakan penyeragaman model perlindungan. Nantinya, formulir hingga aplikasi perlindungan akan sama.

"Dalam acara ini, kita bahas soal penyeragaman. Bagi yang ingin punya aplikasi perlindungan, tahan dulu. Lihat dulu aplikasi yang sudah maju seperti milik Seoul, Singapura dan perwakilan lain," ujarnya.

Demikianlah inti dari Bimbingan Teknis Peningkatan Pelayanan Publik dan Perlindungan WNI yang dibuka 4 Agustus 2017 di Seoul, Korsel. Hadir dalam kesempatan tersebut, Dubes RI Umar Hadi, Direktur Konsuler Didik Eko serta pejabat dari Imigrasi, Kemenag, dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakan, bagi perwakilan yang sudah punya aplikasi maka diharapkan menyelaraskan pattern arahan Pusat. Bagi yang belum punya, agar tidak mengembangkan aplikasi sendiri melainkan memanfaatkan portal pelayanan yang sedang dikembangkan Kemlu.

"Penyeragaman dan standarisasi pelayanan memerlukan komitmen pusat dan semua perwakilan dengan tujuan menjamin mutu pelayananan, kepastian hukum dan kemudahan bagi masyarakat," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Dubes Umar Hadi menyatakan bahwa pasca tahun 2002, pelayanan bagi WNI sudah merupakan keharusan yang tidak butuh diskusi lagi. Untuk itulah, diperlukan revolusi mental bagi seluruh diplomat Indonesia.

"Apakah saat ini sudah baik? Mari kita merenung sejenak, zooming out, mengaca diri. Apakah dalam perlindungan sudah efisien dan tepat sasaran," katanya.

Dalam bimbingan teknis tersebut, akan dibahas juga tentang penerapan sistem informasi manajemen keimigrasian (SIMKIM), pencatatan kependudukan dan pernikahan WNI di luar negeri. Bimtek dilaksanakan selama dua hari dan diikuti 28 perwakilan RI di wilayah Asia.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Kemlu-Wujudkan-Perlindungan-WNI-Yang-Seragam.aspx )

More »

KJRI Kota Kinabalu Sosialisasi Kekonsuleran di Ladang Sawit

Kota Kinabalu, Malaysia: KJRI Kota Kinabalu telah melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelayanan penerbitan surat tanda kelahiran bagi warga negara Indonesia yang berada di ladang Gumantong dan Ladang Reka Halus Sandakan (21-23/7).

Dalam kegiatan, tim KJRI telah melayani permohonan surat tanda kelahiran bagi 174 (seratus tujuh puluh empat) anak WNI yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia. Selain itu, tim juga telah memberikan sosialisasi mengenai ketenagakerjaan dan perlindungan warga negara Indonesia serta konsultasi perkawinan WNI dimana terdapat peserta sosialisasi yang menyatakan keinginannya untuk dapat mengikuti sidang Itsbat Nikah di KJRI.

Disela rangkaian kegiatan, tim KJRI juga melakukan pertemuan dengan Jabatan Tenaga Kerja Kinabatangan terkait penyelesaian kasus ketenagakerjaan yang melibatkan WNI. Dalam kesempatan tersebut, diperoleh informasi bahwa kasus pengaduan ke KJRI oleh Hendrikus Davios yang diputus hubungan kerja sepihak oleh majikannya telah diproses oleh JTK Kinabatangan dan saat ini majikan dituntut sebesar RM. 44,115,50 sebagai kompensasi. Dalam kaitan ini, JTK akan mengadakan pertemuan mediasi dengan perusahaan dan pekerja pada tanggal 27 Juli 2017.

Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan yang dihubungi terpisah mengatakan bahwa pertemuan KJRI Kota Kinabalu dengan Jabatan Tenaga Kerja Kinabatangan seperti yang dilakukan oleh Tim di ladang GUmantong ini adalah dalam rangka meningkatkan koordinasi dalam penanganan kasus ketenagakerjaan yang melibatkan WNI. Kata Konjen Irfan : "Mayoritas ladang sawit di Sabah berada di wilayah Sandakan/Kinabatangan, sehingga sudah semestinya koordinasi KJRI Kota Kinabalu dengan JTK dapat dimaksimalkan sebagai sebuah upaya KJRI dalam penanganan kasus ketenagakerjaan, khususnya yang berada di wilayah Kinabatangan".

(sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/KJRI-KK-Sosialisasi-Kekonsuleran-dan-Layanan-Surat-Tanda-Kelahiran-di-Ladang-Sawit.aspx )

More »

174 Anak TKI Di Sabah Ikuti Program Beasiswa Pendidikan di Indonesia

Kota Kinabalu, Malaysia: Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Ahmad DH Irfan dan Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) melepas keberangkatan 96 anak-anak TKI siswa-siswi SIKK dan Community Learning Center yang mengikuti program repatriasi pendidikan (program beasiswa) di Indonesia dan melanjutkan pendidikan tingkat SMU/SMK, Kota Kinabalu (20/7). Mereka diberangkatkan ke Jakarta, menggunakan penerbangan udara dan dibagi 3 kloter.

Achmad DH. Irfan pada saat melepas anak anak tersebut mengingatkan agar mereka memiliki kesiapan mental karena berhadapan dengan kondisi tempat dan kebiasaan yang berbeda dengan keadaan di Sabah. Selain itu, mereka diingatkan agar belajar bersungguh-sungguh untuk dapat bersaing dengan anak-anak dari daerah lainnya dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Kepala SIKK, Istiqlal menyebutkan bahwa rombongan siswa yang berangkat adalah sebagian dari 174 orang anak-anak di Sabah yang mendapatkan beasiswa dari beberapa sekolah di Indonesia, antara lain: Permata Insani Tangerang, Islamic Village Karawaci, SMKN 2, SMA IT Alhuda Wonogiri, SMA Muhammadiah 1 Ngawi, Nunukan. Melalui program beasiswa diharapkan anak-anak TKI dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan mencapai cita-cita diimpikan.

Suasana haru dan gembira tampak di wajah para orang tua saat mengantar anak-anak tersebut yang akan diberangkatkan. Beberapa orang tua dan anak terlihat menitikkan airmata karena akan berpisah untuk sementara waktu. Diantaranya seorang bapak, Rudi Ancang yang datang untuk mengantar anaknya Sitti Wan Sahira (15 thn) diterima di SMA Permata Insani. Meskipun gembira anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Indonesia, namun mengaku rasa kekhawatiran melepas putrinya.

Rombongan siswa dan orang tua dalam jumlah besar di Bandara menarik perhatian beberapa warga setempat yang menanyakan tujuan keberangkatan mereka. Saat mengetahui adanya program repatriasi pendidikan (beasiswa) bagi anak-anak TKI di Sabah, mereka memuji upaya dan perhatian Pemerintah Indonesia terhadap warganya yang berada diluar negeri. Bahkan ada yang menyebutkan, Indonesia keliatan lebih baik berbanding Malaysia yang saat ini mulai mengurangi program beasiswa.

(sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/174-Anak-TKI-Di-Sabah-Ikuti--Program-Beasiswa-Pendidikan-di-Indonesia.aspx )

More »

BNPT Ajak WNI di Jepang Waspadai dan Antisipasi Bahaya Terorisme

Tokyo, Jepang: Di tengah semakin gencarnya upaya propaganda dan rekrutmen yang dilakukan oleh kelompok teroris, BNPT mendorong masyakarat Indonesia di dalam maupun luar negeri untuk cerdas mencerna informasi yang beredar di dunia maya dan tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan oleh Brigjen (Mar) Yuniar Ludfi, Direktur Perangkat Hukum Internasional, dan Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, Kepala Biro Umum, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam acara temu masyarakat dengan masyarakat Indonesia di Tokyo dan sekitarnya di KBRI Tokyo (23/7).

Lebih lanjut disampaikan himbauan bagi masyarakat Indonesia untuk bergabung dengan komunitas Pusat Media Damai (PMD) yang dapat diakses dengan mudah melalui media sosial. Diharapkan melalui penyebaran informasi pencegahan terorisme melalui PMD dapat membantu mengedukasi masyakarat mengenai terorisme.

Komunitas digital ini merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menjawab tantangan dinamika propaganda dan rekrutmen terorisme yang terus mengalami perkembangan akhir-akhir ini. Di era modern yang didominasi oleh peran media sosial, rekrutmen dan propaganda terorisme diselenggarakan secara lebih terbuka dan dengan menggunakan pendekatan melalui media sosial yang populer di kalangan masyarakat. Hal ini menunjukkan pergeseran dari metode rekrutmen di masa lalu yang umumnya dilakukan secara tertutup dan melalui pendekatan secara langsung.

Temu masyarakat kali ini merupakan bagian dari rangkaian penyebarluasan informasi mengenai bahaya terorisme dan perlindungan WNI dan kepentingan nasional yang secara aktif diselenggarakan BNPT di berbagai negara.

Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan kunjungan kerja Delegasi BNPT ke Tokyo, sekaligus juga sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan terorisme melalui program pembinaan masyarakat Indonesia di luar negeri.

(Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Dalam-Temu-Masyarakat,-BNPT-Ajak-Masyarakat-Indonesia-di-Jepang-untuk-Waspadai-dan-Antisipasi-Bahaya-Terorisme.aspx )

More »

KJRI Sydney Uji Coba SIMKIM Mobile di Newcastle

Newcastle, Sydney: Bekerja sama dengan Indonesian Australian Community wilayah Newcastle dan Hunter Region, Negara Bagian New South Wales (NSW), KJRI Sydney melakukan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian secara jemput bola bagi WNI di Newcastle dan sekitarnya, Minggu (16/7).

Kegiatan pelayanan selain merupakan bagian dari program reguler KJRI Sydney bagi WNI di NSW yang tinggal jauh dari Kota Sydney, maupun yang berdomisili di Queensland serta South Australia. Ini juga sekaligus merupakan kesempatan KJRI Sydney mengujicoba SIMKIM mobile dalam melayani aplikasi paspor bagi warga.

Pada awal Juni 2017, seluruh Perwakilan RI di Australia, sesuai amanat UU Keimigrasian RI, telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) dalam pelayanan paspor dan visa. SIMKIM mengharuskan warga untuk datang langsung ke KJRI untuk membuat paspor. Di satu sisi, wilayah kerja KJRI Sydney yang mencakup 3 negara bagian, yaitu NSW, Queensland, dan Australia Selatan menjadi tantangan tersendiri dalam melayani warga. Namun tantangan tersebut dapat diatasi dengan adanya alat SIMKIM mobile.

Bagi warga, terobosan pelayanan SIMKIM dan pelayanan kekonsuleran jemput bola yang dilakukan KJRI ini sangat bermanfaat dan memudahkan karena mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke Sydney. Seorang warga mengungkapkan kegembiraannya karena dengan kehadiran tim KJRI ini, ia langsung dapat mengajukan pembuatan paspor, tanpa harus melakukan perjalanan lebih dari dua jam dari Newcastle ke Sydney. Sementara beberapa warga lain yang meminta pelayanan kekonsuleran menyatakan bersyukur karena tidak perlu jauh-jauh datang ke Sydney.

Melalui kegiatan pelayanan ini, SIMKIM mobile telah teruji dapat melayani kebutuhan WNI yang berdomisili jauh dari kota Sydney, maupun di negara bagian Queensland dan Australia Selatan.

(Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/KJRI-SYDNEY-LAKUKAN-UJI-COBA-SIMKIM-MOBILE-DAN-PELAYANAN-KEKONSULERAN-DI-NEWCASTLE.aspx )

More »

KJRI Imbau WNIO Manfaatkan Perpanjangan Amnesti

Jeddah (4/7) - Konsul Jenderal KJRI Jeddah gelar pertemuan dengan elemen masyarakat dari berbagai perwakilan LSM dan Organisasi Masyarakat pada Senin (3/7) dalam rangka Sosialisasi Perpanjangan masa Amnesti yang digulirkan Pemerintah Arab Saudi, yang semula telah berakhir pada akhir Ramadhan, 1 Syawal 1438 H atau 26 Juni 2017, diperpanjang hingga tanggal 29 Syawal 1438 H atau 23 Juli 2017.

Dalam sosialisasi tersebut, Konjen Mohamad Hery Saripudin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia Jeddah khususnya para WNI non prosedural dan overstayer agar memanfaatkan kesempatan waktu perpanjangan amnesti ini dengan sebaik-baiknya. Konjen RI Jeddah juga meminta dukungan LSM selaku mitra strategis KJRI Jeddah untuk membantu mensosialisasikan perpanjangan pelayanan amnesti ini.

"KJRI sebagai salah satu representasi Pemerintah Republik Indonesia di Arab Saudi secara formatif menyampaikan segala informasi kepada WNI terkait peraturan resmi dari pemerintah setempat demi kebaikan WNI, oleh karenanya, mitra LSM dan Ormas mari bekerjasama demi kepentingan WNI dengan mendorong WNI di wilayah KJRI Jeddah agar memanfaatkan perpanjangan masa amnesti ini sehingga segera pulang ke Indonesia", himbau Konsul Jenderal.

Sehubungan dengan Perpanjangan Amnesti ini, KJRI Jeddah secara resmi membuka kembali pendaftaran amnesti bagi Warga Negara Indonesia Overstayer (WNIO) hingga tanggal 10 Juli 2017. Hal ini dilakukan karena masa perpanjangan ini juga akan memaksimalkan proses Basmah (sidik jari) bagi yang belum sempat dibasmah pada 90 hari pertama Amnesti.

Tercatat hingga saat ini, sebanyak 9.385 WNIO telah mendaftar program amnesti, dan sebanyak 6.759 orang telah menuai manfaatnya dan telah pulang ke Indonesia. Namun, setelah melalui proses basmah yang memakan waktu dan energi, hingga saat ini masih terdapat 519 SPLP yang telah mendapat Exit Permit belum diambil yang bersangkutan.

Berdasarkan pengamatan KJRI, harga tiket yang tinggi di akhir Ramadhan menjadi penyebab WNIO yang telah selesai prosesnya menunda kepulangan. Sebagian mengurungkan atau menunda kepulangan karena ingin memanfaatkan momen haji dan menganggap program amnesti Pemerintah Arab Saudi setengah hati.

Konsul Jenderal Mohamad Hery Saripudin menegaskan bahwa keseriusan Pemerintah Arab Saudi atas amnesti tahun 2017 ini tidak dapat diremehkan dan konsekuensi tegas akan diberlakukan. Masyarakat Indonesia dapat merasakan sendiri tingkat keseriusannya dengan gencarnya sosialisasi melalui SMS blast resmi hampir setiap hari yang menghimbau agar warga negara asing illegal non prosedural untuk keluar dari negara monarki absolut ini. Bersama pengumuman tersebut, Pemerintah Arab Saudi menyampaikan tiga ancaman bagi para WNA pelanggar keimigrasian dan izin kerja. Selain itu, polisi imigrasi juga gencar melakukan penangkapan. Dalam catatan KJRI sejak amnesti berlaku, sebanyak 168 orang mendekam di pusat detensi imigrasi Tarhill Syumaysi.

“WNIO yang tidak memanfaatkan amnesti ini, maka akan terancam 3 sanksi, yakni pengenaan denda uang yang dapat mencapai 100 ribu riyal, kurungan penjara, dan tidak bisa kembali ke Arab Saudi," ujar Konsul Jenderal menegaskan. Sebaliknya, terdapat tiga keuntungan amnesti yang diberikan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yaitu tidak dikenai denda, tidak dikenakan kurungan penjara, dan dapat kembali ke Arab Saudi.

Program amnesti merupakan kebijakan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memberi pemaafan kepada para ekspatriat asing yang melanggar peraturan keimigrasian, ketenagakerjaan, keamanan perbatasan serta pelanggaran visa umroh dan haji untuk segera keluar dari wilayah Kerajaan Arab Saudi secara mandiri, dengan biaya kepulangan sendiri.

Hadir dalam pertemuan tersebut wakil-wakil dari lembaga social masyarakat Indonesia di Jeddah seperti PCINU, Garda BMI, BMI SA, ProsperTKI, SPMI, Reza FM dan Citizen Jurnalist.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/jeddah/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/KJRI-Imbau-WNIO-Manfaatkan-Perpanjangan-Amnesti.aspx )

More »

Sosialisasi Kekonsuleran, Pelayanan oleh Atase Polisi, dan Buka Bersama di Kantor Wijaya Karya di Oecusse, Timor-Leste

Sebanyak hampir 70 orang hadir pada acara Sosialisasi Kekonsuleran dan Pelayanan Legalisasi Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang diselenggarakan oleh KBRI Dili di kantor Wijaya Karya (WIKA) di Oecusse, Timor-Leste, pada hari Sabtu, tanggal 10 Juni 2017. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan ceramah menjelang buka puasa bersama dari Da'i Ambassador yang ditugaskan oleh Yayasan Dompet Dhuafa di Timor-Leste. Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Timor-Leste dan home staff KBRI Dili, serta perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang beroperasi di Oecusse, Timor-Leste, yaitu PT Adhi Karya, PT Waskita Karya, PT Wijaya Karya, dan PT Hutama Karya.

"Dengan memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan 1438H, diharapkan kehadiran KBRI Dili dan ceramah dari Da'i Ambassador dapat memberikan dorongan semangat dan kesegaran di tengah-tengah pelaksanaan tugas di Timor-Leste," ucap Duta Besar RI untuk Timor-Leste, Sahat Sitorus, membuka acara pertemuan KBRI Dili dengan BUMN di Oecusse. Selain itu, Dubes Sahat juga mengharapkan pertemuan KBRI Dili dengan BUMN di Oecusse tersebut dapat memberikan informasi dan pendampingan yang diperlukan terkait bidang ketenagakerjaan. Lebih lanjut, Dubes Sahat menggarisbawahi bahwa salah satu tugas KBRI sesuai amanat Undang-Undang dan Presiden RI adalah melaksanakan perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia yang berada dalam wilayah akreditasi KBRI. Ditambahkan, sebanyak 16 (enam belas) BUMN ada di Timor-Leste membawa keuntungan dan tantangan yang cukup besar bagi Pemerintah Indonesia, dalam hal ini KBRI Dili.

Hadir untuk memberikan ceramah pada acara iftar tersebut adalah Da'i Ambassador dari Yayasan Dompet Dhuafa, Ustad Fatcholis. Pengiriman Da'i Ambassador adalah hasil kerja sama antara KBRI Dili, Yayasan Dompet Dhuafa, dan Yayasan Annur Timor-Leste. Ceramah dilanjutkan dengan sholat maghrib bersama dan ramah tamah sambil menikmati makanan buka bersama.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/dili/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Sosialisasi--di-Kantor-Wijaya-Karya-di-Oecusse,-Timor-Leste.aspx )

More »

Kunjungi Labour Camp, Dubes RI Imbau BMI di Qatar

Qatar: Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi memanfaatkan momen bulan suci Ramadan kali ini merayakan buka puasa bersama para Buruh Migran Indonesia (BMI) di Labour Camp (14/06).

Dubes didampingi anggota Satgas Perlindungan WNI di Qatar yang dipimpin Pelaksana Fungsi Protokol Konsuler KBRI Doha, Zaenur Rofid melakukan pertemuan dengan 450 orang pekerja migran lndonesia yang bekerja di Perusahaan Samsung Construction and Trading, Engineering & Construction Group di Qatar.

Pada pertemuan tersebut, Dubes disambut oleh Chris Choi, Project ManagerA/ice President Samsung C&T Corp serta sejumlah pihak menajemen. Mr. Choi dalam sambutannya menyampaikan appresiasinya kepada Dubes atas kunjungannya ke Labour Camp serta menjelaskan bahwa saat ini terdapat 450 orang pekerja lndonesia di perusahannya pada berbagai tingkatan pekerjaan. Disampaikan pula bahwa pekerja migran lndonesia memiliki kinerja yang baik dan mengharapkan agar kerja sama yang telah ada dapat terus terjalin.

Dubes Basri menyampaikan perasaan bahagianya dapat bertatap muka dengan warga lndonesia yang bekerja di Perusahaan Samsung dan berharap dapat menambah jumlah pekerja lndonesia setiap tahunnya. Mantan Anggota DPR ini mengharapkan agar para BMI merasakan keberadaan pemerintah dan sekaligus merasakan suasana Ramadhan meski jauh dari tanah air.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meredakan kekawatiran terhadap kondisi politik di Qatar. Sambil berbuka puasa bersama, Dubes memanfaatkan acara untuk untuk menjelaskan situasi keamanan di Qatar pasca pemutusan hubungan diplomatik Arab Saudi dengan beberapa negara lainnya dengan Qatar saat ini.

Mantan Irjen TNI ini menyampaikan bahwa Qatar masih stabil dan berharap seluruh WNI TKI di Qatar tetap tenang dan dapat bekerja dengan baik, tanpa harus terganggu dengan isu-isu keamanan akhir-akhir ini.

Disampaikan pula bahwa KBRI selalu berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan keselamatan WNI di Qatar dan KBRI akan selalu ada untuk seluruh WNI-TKI di Qatar. Kunjungan tersebut merupakan upaya KBRI untuk menunjukan kepada WNI bahwa kondisi politik dan keamanan di Qatar berjalan normal seperti biasanya.

Menurut Pelaksanan Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan, dalam rangka mengantisipasi konflik, KBRI telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus guna memastikan kesiapan staf KBRI dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada WNI. Selain itu, KBRI juga telah memiliki Contigency Plan atau langkah antisipasi guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar.

 

KBRI Doha melakukan proses pendataan WNI di Qatar secara terus menerus, mulai dari menghimpun, mengolah dan melakukan verifikasi data. Hingga 14 Juni 2017. Berdasarkan data dari International Organization for Migration (IOM) jumlah WNI sekitar 43.000 orang (dengan sebaran sekitar 30.000 domestik, 13.000 lainnya profesional, semi skilled dan keluarga). Data Kementerian Luar Negeri Qatar melaporkan sampai Februari 2017, WNI berjumlah sekitar 32.635 orang, sedangkan WNI yang melapor ke KBRI Doha mencapai 29.988 orang. Selain itu, dalam rangka memperkuat pelayanan masyarakat, KBRI juga dengan menyediakan layanan Hotline KBRI Doha yang dapat dihubungi bagi WNI yang membutuhkan bantuan dan informasi pada nomor +974 3332 2875.

 (sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Kunjungi-Labour-Camp,-Dubes-RI-Himbau-BMI-di-Qatar.aspx )

More »

Buka Puasa Bersama Ke Tiga dan Launching Aplikasi Lapor Diri On-Line KJRI Istanbul

Pada Sabtu 10 Juni 2017, KJRI Istanbul bersama-sama dengan masyarakat Indonesia yang berada di Istanbul dalam wadah lembaga Masyarakat Indonesia di Istanbul (MII) dan Persatuan Pelajar Indonesia di Istanbul (PPI Istanbul) telah melaksanakan acara Buka Puasa Bersama yang bertempat di halaman KJRI Istanbul.

Pada kesempatan acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh sekitar 250 masyarakat Indonesia itu, Konsul Jenderal RI Istanbul Bapak Herry Sudradjat memperkenalkan sistem lapor diri online dan menyampaikan bahwa sistem lapor diri online ini akan banyak manfaatnya, selain untuk pemuktakhiran data jumlah WNI, juga menciptakan rasa perlindungan bagi WNI. Dalam sistem lapor diri online ini, terdapat pula lapor kepulangan bagi masyarakat yang tidak lagi menetap diwilayah kerja KJRI, karena telah selesai melaksanakan tugas belajar atau berkerja. Dengan sistem ini, KJRI dan masyarakat Indonesia sama-sama bisa "reachable" (terjangkau). Dalam peluncuran sistem lapor diri online KJRI Istanbul, telah diperagakan secara bersama dengan WNI yang hadir menggunakan gadget/handphone masing-masing melakukan lapor diri online, yaitu membuka website KJRI Istanbul: www.kemlu.go.id/istanbul/id/default.aspx kemudian klik icon lapor diri atau http://app.kjri.istanbul.

Selain diisi dengan peluncuran aplikasi lapor diri online, acara buka puasa bersama masyarakat Indonesia di Istanbul juga diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran dan sari tilawah, penampilan musik islami, puisi dan shalawat oleh Siti "KDI" dan kawan-kawan, bazar kuliner Indonesia, serta tausiyah ramadhan oleh Ustadz Fadhlan Garamatan, seorang pemuka agama Islam yang berasal dari tanah Papua, yang sedang berkunjung ke Turki.

Melalui program mingguan Buka Puasa ini, maka diharapkan akan semakin terjalin persaudaraan Warga Negara Indonesia yang kini tengah tinggal di Istanbul dan sekitarnya, serta kian meningkatkan tali silaturahmi di antara warga Indonesia tersebut.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/istanbul/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Buka-Puasa-Bersama-Ke-Tiga-dan-Launching-Aplikasi-Lapor-Diri-On-Line-KJRI-Istanbul-.aspx )

More »

Dubes RI Imbau WNI di Qatar untuk Tetap Tenang

Doha - Komunitas Indonesia di Qatar dihimbau untuk tetap tenang namun waspada serta terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di sekitarnya melalui berbagai sarana. Tidak perlu mengambil langkah-langkah yang berlebihan mengingat situasi di Qatar masih aman dan terkendali. Dubes RI tengah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan keamanan dan keselamatan warga negara Indonesia di Qatar.

Hal tersebut disampaikan Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi, terkait pemutusan hubungan diplomatik beberapa negara teluk dengan Qatar, pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia di kompleks Al Khor Community (AKC), Al Khor, sekitar 60 km dari Doha (5/6).

Kunjungan ke Al Khor tersebut merupakan upaya KBRI untuk menunjukkan kepada WNI di Qatar bahwa kondisi politik dan keamanan berjalan normal seperti biasanya. Dubes RI yang didampingi Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Doha, Endang Kuswaya dan Pelaksana Fungsi Politik, Boy Dharmawan juga dalam melakukan pemantauan langsung di berbagai tempat, jalan, dan kondisi pusat pebelanjaan dan keramaian lainnya.

Sampai hari ini kondisi politik dan keamanan pada umumnya berjalan normal, tidak terdapat tanda-tanda meningkatnya eskalasi politik dan keamanan meski demikian terdapat peningkatan jumlah keamanan khususnya kawasan yang dianggap penting seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik serta pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.

Menurut Dubes Basri, KBRI telah mempersiapkan langkah antisipasi guna mengantisipasi kondisi di lapangan. "Dubes adalah orang terakhir yang akan meninggalkan Qatar," ujar mantan Pilot F-16 pertama Indonesia ini guna meyakinkan masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi kondisi politik dan keamanan. "Kondisi politik ini sudah terjadi pada tahun 2014 lalu sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.

Terkait dengan situasi di kawasan, Dubes Basri menyampaikan posisi pemerintah bahwa Indonesia dengan prihatin mengikuti secara dekat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini. Indonesia mengharapkan semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog dan rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah ini.

Indonesia menekankan kembali semua negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain. Indonesia mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam memerangi terorisme dan bekontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan global.

Mantan anggota DPR ini mengatakan, persiapan telah dilakukan KBRI mengingat jumlah WNI di Qatar yang relatif cukup besar. Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.

Menurut tokoh diaspora, Said Malawi, karyawan migas Qatar Gas yang bermukim dua dekade di Al Khor, sebagian besar tenaga kerja ahli Indonesia bermukim pada Al Khor Community dan komunitas ini dikatakan sebagai komunitas diaspora Indonesia terbesar di dunia.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Dubes-RI-Imbau-WNI-di-Qatar-untuk-Tenang-dan-Waspada.aspx )

More »