|
home>News

News From RI representatives

Menlu Retno Tinjau Pusat Pelayanan Pelatihan WNI di Johor Bahru

Menlu Retno L.P. Marsudi meninjau Indonesian Community Centre (ICC), Pusat Pelayanan Pelatihan bagi WNI di Muar, Johor (17/3). Program pelatihan di ICC merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada WNI.

Menurut Menlu Retno, jenis pelatihan yang disediakan oleh Perwakilan Indonesia di luar negeri disesuaikan dengan kebutuhan para Pekerja Migran Indonesia di setiap negara. Hingga saat ini, di Malaysia terdapat 2 ICC yang telah aktif berjalan. ICC Muar resmi didirikan pada tahun 2016, kemudian dilanjutkan dengan pendirian ICC di Kuantan, Pahang pada 18 Februari 2017.

Selain diadakan di Malaysia, program yang sama telah dikembangkan di Hong Kong dan Singapura.

Pelatihan ini, lanjut Menlu Retno, diharapkan bisa menjadi modal ketrampilan atau berwirausaha bagi para PMI, jika suatu saat ingin kembali ke Tanah Air. Sehingga sekembalinya dari merantau di negeri orang, para PMI ini akan dapat mengembangkan daerah asalnya dan meningkatkan perekonomian daerah.

Pendirian ICC di wilayah kerja KJRI Johor Bahru merupakan wujud partisipasi aktif tokoh-tokoh masyarakat dan diaspora Indonesia untuk bekerjasama memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan WNI di luar negeri.

ICC merupakan wadah interaksi WNI yang berada di negara bagian-negara bagian di Malaysia, salah satu programnya yaitu kegiatan edukatif untuk anak-anak. Melalui ICC ini, anak-anak diperkenalkan dengan materi-materi terkait dengan Indonesia seperti bahasa, sejarah, kewarganegaran dan budaya. Dengan demikian, ketika kembali ke kampung halaman, mereka tidak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pendidikan di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari tokoh-tokoh masyarakat Indonesia termasuk pula dosen-dosen Indonesia di Universiti Malaysia Pahang yang telah mengupayakan agar ICC ini dapat diselenggarakan di Pahang," jelas Konjen Johor Bahru, Haris Nugroho, saat pembukaan ICC Kuantan, Pahang.

Selain berfokus pada pendidikan, ICC juga memberikan berbagai pelatihan-pelatihan bagi para WNI di sana, salah satu pelatihan yang diberikan di ICC Muar adalah pelatihan alat pendingin ruangan. Program pelatihan di ICC ini merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada para PMI yang diresmikan oleh Menlu Retno dalam kunjungan yang sama.

(Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Menlu-Retno-Tinjau-Pusat-Pelayanan-Pelatihan-WNI-di-Johor-Bahru.aspx)

More »

Dari Johor Bahru, Menlu Retno Minta Pembayaran Gaji Non Tunai TKI Dijajaki

Menlu Retno L.P. Marsudi meminta agar pihak manajemen, yang mempekerjakan TKI, menjajagi pembayaran gaji non tunai. Hal ini untuk lebih memudahkan dan memberikan keamanan bagi para TKI.

Permintaan ini diutarakan Menlu Retno saat bertemu dengan para TKI Johor Bahru dan manajemen perkebunan kelapa sawit Kulim Berhard, Johor (Kamis, 16/3).

Pesan-pesan perlindungan bagi para TKI juga dititipkan Menlu Retno kepada pihak manajemen.

Kunjungannya ke Johor Bahru dan bertemu dengan para TKI di Ladang Bashir Ismail ini, merupakan rangkaian lawatan Menlu Retno ke Malaysia guna memastikan agenda perlindungan bagi para WNI dan TKI di luar negeri.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Penang, Retno bertemu dengan Menteri Besar Penang, Tun Dato' Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara. Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga menitipkan pesan perlindungan WNI.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian Malaysua tempat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar. Setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

( Sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Dari-Johor-Bahru,-Menlu-Retno-Minta-Pembayaran-Gaji-Non-Tunai-TKI-Dijajagi.aspx )

More »

Kunjungi Penang dan Johor Bahru, Menlu RI Tingkatkan Perlindungan dan Pelayanan WNI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir gelar press briefing pada Rabu siang di Ruang Palapa, Kemlu RI (15/3). Dalam press briefing kali ini, Jubir Kemlu membahas kunjungan 3 hari Menlu RI ke Penang dan Johor Bahru, Malaysia.

Menlu Retno Marsudi kunjungi Penang dan Johor Bahru untuk bertemu dan berdialog dengan para WNI di kedua negara bagian Malaysia tersebut. Kunjungan Menlu bertujuan untuk penguatan perlindungan dan pelayanan WNI di luar negeri, terutama di sentra-sentra TKI. Saat ini, tercatat lebih dari 1,4 juta WNI menetap secara resmi di Malaysia.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian dimana terdapat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar, setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

Dalam kesempatan ini, Menlu Retno bersama tim KJRI turun langsung menemui para TKI di tempat tempat mereka bekerja, antara lain di ladang Pelam KLK, Kedah dan Plexus Riverside, sebuah industri padat teknologi di Penang, Malaysia. Menlu Retno temui manajemen perusahaan dan menitipkan pesan perlindungan bagi para TKI di sana.

Para TKI berbagi kisah dan cerita mereka selama mengadu nasib di negeri Jiran, banyak dari mereka yang berhasil karena masuk secara resmi dan bekerja sesuai dengan peraturan dan ketentuan serta mendapatkan perlindungan yang memadai dari perusahaan tempat mereka bernaung.

Namun, banyaknya jumlah TKI ilegal yang bekerja di Malaysia menghadirkan berbagai permasalahan ketenagakerjaan, seperti gaji yang tidak dibayar, penganiayaan, pelanggaran keimigrasian dan isu perdagangan manusia yang saat ini cukup mengkhawatirkan.

Menlu Retno pastikan negara hadir untuk para WNI dimanapun mereka berada, tiga strategi utama yang selalu menjadi dasar dalam perlindungan WNI adalah (i) tindakan preventif, (ii) deteksi dini dan (iii) immediate response. Untuk itu banyak terobosan-terobosan telah dilakukan oleh perwakilan Indonesia untuk perkuat layanan terhadap para WNI. Termasuk KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru yang telah berinovasi untuk meningkatkan sistem pelayanan kekonsuleran dan pelayanan paspor sehingga semakin efektif dan efisien.

Menlu Retno bersama Tim KJRI kembali mensosialisasikan pelayanan kekonsuleran bagi para WNI di Malaysia. Menlu Retno tekankan bahwa perwakilan Indonesia adalah rumah bagi para WNI di luar negeri, dimana para staf di setiap perwakilan akan siap sedia membantu para WNI.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Kunjungi-Penang-dan-Johor-Bahru,-Menlu-RI-Tingkatkan-Perlindungan-dan-Pelayanan-WNI.aspx)

More »

Indonesia Memperjuangkan Pekerja Migran di ASEAN

Pada Pertemuan 17th ASEAN Socio – Cultural Community (ASCC) Council Meeting di Iloilo, Filipina pada (8/3) Duta Besar DR. Sujatmiko, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak selaku Ketua Delegasi RI (Delri) pada pertemuan ASCC Council ke-17, menegaskan posisi Indonesia terkait perlindungan tenaga kerja di ASEAN merespon atas pembahasan finalisasi Instrumen Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran di ASEAN.

Negosiasi Instrumen tersebut telah berjalan hampir selama 10 tahun di dalam mekanisme ASEAN. Hingga kini, hanya Indonesia yang menginginkan agar instrumen tersebut harus bersifat mengikat. Terkait hal ini, Ketua Delri menyampaikan agar Senior Labour Official Retreat yang akan datang dapat segera menyelesaikan 10 pending articles dalam instrumen tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

Perlindungan buruh migran yang bersifat mengikat (legally binding) kelak akan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja di ASEAN. Hal itu juga sejalan dengan Mandat Konstitusi Indonesia yang menjamin perlindungan Masyarakat Indonesia. Terlebih, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menekankan prioritas tersebut di dalam Program Kerja Nawa Cita.

Sejalan dengan usaha Perlindungan Tenaga Kerja migran di ASEAN, pada tataran nasional, Dewan Perwakilan Rakyat saat ini tengah menggodok Rancangan Undang – Undang (RUU) Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri. Undang – Undang tersebut tersebut diharapkan mampu membenahi keseluruhan sistem perlindungan tenga kerja di luar negeri secara terpadu antara instansi Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah dan peran serta masyarakat.

Instrumen Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran merupakan salah satu agenda yang rencananya akan menjadi outcome document pada pertemuan KTT ke-30 ASEAN di Filipina. Selain itu, menurut rencananya, para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN juga akan menandatangani ASEAN Leader's Declaration on the Role of Civil Services as Catalyst for Achieving ASEAN Community Vision 2025 pada KTT ke-30 ASEAN mendatang.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/indonesia-perjuangkan-pekerja-migran-asean.aspx)

 “Pada Pertemuan 17th ASEAN Socio – Cultural Community (ASCC) Council Meeting di Iloilo, Filipina”

More »

Temu Masyarakat Indonesia dan Warung Konsuler KJRI Chicago

Menghadapi kebijakan imigrasi Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Chicago, Rosmalawati Chalid, mengajak semua WNI untuk tetap bersikap tenang, menghormati peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan warganegara Indonesia (WNI) yang bermukim di wilayah Lexington, Kentucky (6/3).

Kota Lexington (Kentucky) menjadi kota keempat setelah Ann Arbor (Michigan), Minneapolis (Minnesota) dan Franklin (Ohio) yang dikunjungi oleh Konsul Jenderal Rosmalawati dalam 3 (tiga) minggu terakhir. Di setiap kota, KJRI Chicago, bekerjasama dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) dan Diaspora Indonesia setempat, melaksanakan kegiatan Temu Masyarakat Indonesia.

Dalam setiap kunjungannya, Konjen Rosmalawati terus menghimbau agar WNI di Amerika Serikat dapat melengkapi dan memperbaharui dokumen keimigrasian yang dimiliki. "Kelengkapan dokumen penting guna meminimalisir potensi timbulnya masalah akibat perubahan kebijakan imigrasi Amerika Serikat" tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam melakukan update dokumen kekonsuleran, KJRI Chicago juga memberikan pelayanan Warung Konsuler dalam setiap kegiatan Temu Masyarakat Indonesia. Puluhan WNI juga memanfaatkan kegiatan Warung Konsuler untuk berkonsultasi mengenai masalah keimigrasian yang menimpanya.

"Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan untuk mendekatkan WNI dengan KJRI. Selama ini, banyak WNI tidak berani dating atau berkomunikasi dengan KJRI, karena merasa melakukan kesalahan di bidang imigrasi," ungkap Konjen Rosmalawati. "Padahal, apapun masalahnya, KJRI siap untuk berikan bantuan dan perlindungan. Nomor hotline kami selalu aktif 24/7."

Perlindungan WNI merupakan prioritas utama semua perwakilan RI di luar negeri, termasuk KJRI Chicago. Saat ini, terdapat lebih dari 10.000 masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah akreditasi  KJRI Chicago. Sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai sekolah, universitas maupun institusi pendidikan lainnya.

Guna mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, KJRI Chicago bekerjasama dengan Diaspora Indonesia di Ohio, juga menghadirkan pengacara keimigrasian dalam kegiatanTemu Masyarakat Indonesia. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah yang harus dilakukan apabila berhadapan dengan petugas imigrasi  Amerika Serikat antara lain berhati-hati ketika menerima surat penggeledahan (warrant search) dariimigrasi, hak untuk menolak penggeledahan tanpa adanya surat perintah hakim dan hak untuk menghubungi pengacara.

(sumber :  http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Temu-Masyarakat-Indonesia-dan-Warung-Konsuler-KJRI-Chicago.aspx)

More »

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang tertarik bekerja di Sarawak. Salah satu negara bagian Malaysia ini memang memberikan keistimewaan kepada Indonesia karena hanya menerima TKA asal Indonesia dan menstop TKA dari negara lain seperti misalnya Bangladesh.  Perusahaan-perusahaan yang diberi ijin mempekerjakan TKA juga lebih menyukai tenaga kerja asal Indonesia karena dianggap lebih berdedikasi, tidak banyak menuntut, ramah dan sopan.

Apa saja jenis-jenis pekerjaan yang dapat dimasuki oleh calon TKI di wilayah Sarawak. Banyak sekali jenis pekerjaan yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan seperti welder  dan fitter untuk pertambangan ataupun galangan kapal, electrician, foreman serta perawat orang tua dan anak. Untuk level lebih tinggi, pekerjaan sebagai insinyur dan arsitek banyak ditemukan pada site-site pekerjaan konstruksi. Untuk anda yang memiliki latar pendidikan atau keahlian yang pas-pasan ada pula pekerjaan sebagai general workers di pabrik pengolahan kayu lapis atau sebagai pekerja kebun ataupun pekerja konstruksi.

Lalu dimana mendapatkan informasi pekerjaan di Sarawak? Jika anda memiliki akses internet, banyak portal job yang bisa anda kunjungi yang mengiklankan peluang kerja yang segera harus diisi. Perusaahaan-perusahaan besar/multinasional bahkan memiliki portal job sendiri. Anda dapat pula mengunjungi portal  jobsinfo.bnp2tki.go.id untuk melamar pekerjaan dengan berbagai skema penempatan. Portal ini dibangun oleh Pemerintah Indonesia untuk membantu pencari kerja mendapatkan informasi peluang kerja dari luar negeri. Kalau kebetulan anda sudah berada di Sarawak, anda dapat melihat informasnya di koran-koran setempat. (Sumber: KJRI Kuching)

More »

Lapangan pekerjaan yang dapat diisi oleh tenaga kerja asing di Bahrain bervariasi dan meliputi banyak sektor. Berdasarkan pengamatan KBRI Manama, berikut ini merupakan sektor-sektor unggulan yang dapat diisi oleh tenaga kerja asal Indonesia:

Sektor kesehatan

Bahrain berambisi menjadi negara dengan layanan kesehatan terbaik di kawasan teluk. Pemerintah Kerajaan Bahrain secara serius membangun infrastruktur kesehatan dan memberikan fasilitas kesehatan gratis kepada seluruh warga negaranya. Pertumbuhan penduduk yang tinggi, peningkatan jumlah manula, serta pola resiko kesehatan yang unik seperti diabetes, obesitas, dan anemia, merupakan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kerajaan Bahrain dalam mewujudkan hal tersebut. Hal inilah yang membuka peluang penempatan TKI pada sektor kesehatan di Bahrain khususnya sebagai perawat, asisten perawat, dan caregivers.

Kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki lisensi keperawatan dari otoritas kesehatan Bahrain, kemampuan berbahasa Inggris, berusia antara 25 – 40 tahun dan bersedia bekerja dengan kontrak selama 2 tahun. Hal yang patut dicermati adalah kisaran gaji yang relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan gaji tenaga kesehatan di negara-negara maju lainnya.

Sektor konstruksi

Bahrain masih terus melakukan pembangunan berbagai infrastruktur dengan beragam skala proyek guna mengejar ketertinggalan dengan negara-negara kawasan teluk lainnya. Masih dijalankannya berbagai proyek pembangunan infrastruktur (gedung, jembatan, resort, dll) menawarkan peluang bagi insinyur dan profesional lainnya dari Indonesia untuk turut menggarap proyek-proyek tersebut. Sektor konstruksi juga memberikan peluang bagi profesional Indonesia yang memiliki keahlian di bidang yang terkait dengan kontrsuksi seperti arsitek, graphic designer dan interior designer.

Selain kemampuan berbahasa Inggris, kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki pengalaman dan jam kerja yang cukup di bidang masing-masing, serta lulus seleksi administrasi dan wawancara oleh perusahaan pengguna.

Sektor hospitality Industry

Budaya dan masyarakat Bahrain yang lebih terbukan terhadap pendatang menjadi salah satu faktor pendorong banyaknya wisatawan yang datang ke Bahrain terutama dari negara-negara tetangga. Hal ini menjadikan sektor hospitality industry seperti hotel, spa dan restoran menjadi sektor yang diminati oleh pekerja asing.  Saat ini tidak sedikit TKI yang bekerja di berbagai hotel berbintang dan restoran di Bahrain dengan posisi dan jenis pekerjaan yang beragam seperti sekretaris, resepsionis, akuntan, chef, waiter, dll.

Kriteria yang harus dipenuhi utamanya adalah kemampuan berbahasa Inggris, berusia 20 – 40 tahun, berkepribadian menarik, serta pendidikan terakhir sesuai dengan posisi pekerjaan yang diisi.

More »

KDEI-Taipei Menyapa ABK Nelayan Indonesia di Pelabuhan Donggang.

Donggang, 26 November 2016, Ka KDEI-Taipei, Bapak Robert James Bintaryo, bersama dengan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan, dan Kepala Subbagian Protokol dan Konsuler, melakukan silaturahmi ke Sekretariat Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) di Donggang.

Dalam kesempatan tersebut, selain memperkenalkan diri sebagai Kepala KDEI-Taipei yang baru, juga dilakukan sosialisasi informasi dan diskusi dengan para ABK Nelayan terkait isu-isu ketenagakerjaan di Taiwan, meliputi respon kebijakan baru Taiwan mengenai perpanjangan masa kerja, prosedur verifikasi ABK Nelayan, dan penanganan jenazah TKI.

Di akhir kunjungan, tim KDEI-Taipei berkesempatan melihat bangunan yang akan digunakan sebagai masjid, yang pembeliannya diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh ABK Nelayan di wilayah Donggang dan hasil sumbangan dari para Donatur.

More »

PELUNCURAN KARTU PEKERJA INDONESIA SINGAPURA

Salah satu upaya konkrit perlindungan TKI oleh pemerintah RI di luar negeri berupa peluncuran Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) yang dilakukan KBRI Singpura hari ini, 4 Desember 2016 di Singapura.

(KPIS) diluncurkan oleh KBRI terdiri dari 2 jenis, yakni KPIS dan KPIS Co-Branding yakni kerjasama KBRI dengan BUMN, Bank BNI.

Grand Launching KPIS pada tanggal 4 Desember 2016 dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, didampingi Sekjen Kemlu serta Wakil Direktur Utama BNI dihadapan lebih dari 3000 TKI yang hadir di KBRI Singapura mulai jam 10.00 hingga 15.00 waktu Singapura.

KPIS merupakan kartu identitas bagi para TKI di Singapura guna peningkatan perlindungan dan pelayanan KBRI dengan memberikan berbagai manfaat bagi para TKI.

KPIS dan Co-Branding BNI merupakan wujud konkrit mengenai realisasi Nawacita Pemerintah RI bahwa "Negara dan BUMN Hadir Untuk Masyarakat", khususnya TKI di Singapura. KPIS diterbitkan oleh KBRI TANPA dipungut biaya.

Sampai saat peluncuran, terdaftar 2700 kartu yang telah diterbitkan dan pada saat ini, KBRI masih terus melayani penerbitan KPIS hingga malam hari. Pendaftaran juga dibuka setiap hari kerja dan hari minggu di KBRI Singapura.

KBRI juga meluncurkan "Dashboard Tenaga Kerja Indonesia di Singapura" yang memberikan informasi terkini secara real time mengenai berbagai aspek terkait perlindungan TKI di Singapura.

More »

PEMBERLAKUAN “KONTRAK KERJA MANDIRI” DI HONG KONG MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2017

Pada hari ini, Konsul Jenderal RI, Tri Tharyat mengumumkan pemberlakuan mekanisme perpanjangan kontrak kerja baru antara Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong dengan majikan yang sama secara mandiri tanpa melalui agen dan PPTKIS (“kontrak kerja mandiri”) mulai tanggal 1 Januari 2017. Mekanisme ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Perwakilan RI Hong Kong nomor 106/XII/2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang Persyaratan Legalisasi dan Tata Cara Perpanjangan Perjanjian Kerja Antara Tenaga Kerja Indonesia dengan Pengguna yang Sama Tanpa Agen dan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

KJRI Hong Kong sebagai salah satu Perwakilan RI dengan status citizen service (pelayanan warga) senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan yang diberikan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi khususnya para Tenaga Kerja Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi diterbitkannya Surat Keputusan dimaksud. Konjen RI Hong Kong telah melakukan dialog secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan Hong Kong guna mendapatkan informasi yang menyeluruh mengenai pemberlakuan mekanisme ini.

Pada dasarnya perpanjangan kontrak kerja dengan cara mandiri ini dapat dilakukan secara sukarela dengan persetujuan antara pihak Tenaga Kerja dan Majikan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana pengajuan Employment Contract biasa ditambah dengan surat permohonan dari Majikan yang berisi pernyataan akan memenuhi semua hak-hak TKI selama bekerja sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Mekanisme ini hanya diberlakukan bagi perpanjangan kontrak kerja dengan majikan yang sama setelah berakhirnya kontrak kerja selama 2 (dua) tahun.

Aplikasi kontrak kerja baru yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak serta saksi dari pihak Majikan dan saksi dari pihak Tenaga Kerja dapat disampaikan langsung ke kantor KJRI Hong Kong oleh Majikan atau TKI pada jam kerja dengan membawa kelengkapan dokumen dimaksud untuk diproses lebih lanjut.

More »