|
home>News

News From RI representatives

Tingkatkan Daya Saing, WNI Sambut Universitas Terbuka di Brunei Darussalam

Minggu malam (2/4), sebanyak 200 orang berkumpul di aula KBRI Bandar Seri Begawan untuk mengikuti sosialisasi Universitas Terbuka (UT) di Brunei Darussalam. Hadir pada kesempatan tersebut, Dr. Tati Rajati, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh – UT yang datang langsung dari Pontianak. Selain Dr. Tati, hadir juga alumni UT Angkatan I, Ahmad Syahri yang telah berhasil berkarya sebagai Staf Teknis Tenaga Kerja di KBRI Bandar Seri Begawan, dan mahasiswa semester 2 Fakultas Hukum UT di Brunei Darussalam, Aris Purwanto. Keduanya hadir untuk berbagi pengalaman dengan para peserta mengenai motivasi dan cara belajar mereka di UT, khususnya bagaimana berbagi waktu antara kuliah dan bekerja.

Dr. Tati Rajati menyebutkan bahwa UT merupakan jalan keluar bagi semua orang yang ingin meningkatkan jenjang pendidikannya, dimana tidak ada batasan usia mahasiswa dan memberikan keleluasaan dalam tempat dan waktu belajar. Hal ini tentu saja sangat dicari oleh para calon mahasiswa yang sudah bekerja namun masih ingin berkuliah, terlebih lagi UT menawarkan harga yang sangat terjangkau. Dengan berbagai inovasi bantuan belajar yang ditawarkan oleh UT, mahasiswa tidak akan kesulitan untuk belajar, apalagi saat ini UT telah secara maksimal memanfaatkan kemajuan teknologi. Mahasiswa tidak perlu lagi harus datang ke ruang kelas secara fisik, namun mereka dapat berdiskusi secara online dengan dosen dan rekan-rekan di kelas. Boleh dikatakan, UT menciptakan ruang kelas virtual bagi mahasiswa-mahasiswanya.

Sementara itu, Ahmad Syahri dan Aris Purwanto berbagai pengalaman mengenai motivasi mereka bergabung menjadi mahasiswa UT. Ahmad Syahri, yang masuk menjadi mahasiswa UT pada tahun 1985 atau setahun setelah UT resmi didirikan, menyebutkan faktor keleluasaan tempat dan waktu belajar merupakan pertimbangan utamanya memilih UT. Selain itu, Syahri juga mempertimbangkan biaya kuliah yang terjangkau. Begitu ditanya mengenai prospek lulusannya, Syahri menyebutkan bahwa dirinya diterima menjadi PNS dengan menggunakan ijazah sarjana dari UT, dan melanjutkan ke jenjang pasca sarjana di universitas lain menggunakan ijazah yang sama. Artinya, ijazah dan kualitas lulusan UT dapat diterima dengan baik di dunia kerja.

Senada dengan itu, Aris Purwanto juga mengemukakan bahwa keinginan untuk belajar di UT didorong oleh adanya keterbatasan waktunya untuk belajar karena disaat yang sama, Aris harus bekerja menafkahi keluarganya sebagai seorang pekerja swasta di Kuala Belait, Brunei Darussalam. Aris menyebutkan bahwa dirinya harus pintar membagi waktu antara belajar dan bekerja. Baik Syahri maupun Aris sepakat menyebutkan bahwa motivasi dan disiplin waktu belajar adalah kunci utama kesuksesan belajar di UT. Karena seperti yang di ingatkan oleh Dr. Tati Rajati, mahasiswa UT diarahkan belajar mandiri, artinya tidak akan ada figur dosen yang terus menerus mengingatkan mahasiswanya untuk belajar. Semuanya tergantung pada komitmen masing-masing.

Pada sesi diskusi, banyak yang penasaran apa pekerjaan Aris, sebagai contoh mahasiswa UT di Brunei Darussalam. Dengan rendah hati, Aris menyebutkan bahwa dirinya juga hanya buruh biasa namun memiliki tekad untuk maju dan ingin mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk dirinya dan keluarga. Para peserta juga penasaran dengan proses pendaftarannya, dan bahkan beberapa peserta menyatakan keinginannya untuk langsung mendaftar ke UT. Hal ini dijawab oleh Dr. Tati Rajati bahwa pihaknya akan bekerjasama lagi dengan KBRI untuk mengadakan bimbingan registrasi dan mengirimkan petugas teknisnya ke Brunei Darussalam. Di lain pihak, para peserta juga meminta KBRI untuk melakukan sosialisasi seperti ini lagi yang langsung dijawab KBRI bahwa pihaknya memang merencanakan program sosialisasi seperti ini di beberapa tempat pada tahun 2017 ini. Selama ini, KBRI juga memberikan fasilitas tempat dan pengawas ujian bagi mahasiswa UT di Brunei Darussalam.

(sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Ingin-Maju-dan-Mampu-Bersaing-di-Dunia-Kerja,-Masyarakat-Indonesia-Antusias-Sambut-Universitas-Terbuka-di-Brunei-Darussalam.aspx )

More »

KJRI Kota Kinabalu Sosialisasi Pentingnya Surat Tanda Kelahiran di Beaufort

KJRI Kota Kinabalu gelar kegiatan sosialisasi dan pelayanan penerbitan surat tanda kelahiran bagi anak-anak Warga Negara Indonesia yang berada dan bekerja di Daerah Beaufort, di Pantai Barat (1-2/4). Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggandeng Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara di Beaufort (1 April) dan juga pihak guru Community Learning Centre (CLC) yang berada di Lumadan, Beaufort (2 April).

Tim KJRI memaparkan berbagai aspek perlindungan warga negara Indonesia dan jasa kekonsuleran yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal RI sebagai wakil pemerintah Indonesia di wilayah Sabah. Dijelaskan juga kepada para hadirin tentang perlunya seseorang anak memiliki Surat Tanda Kelahiran yang dapat dipergunakan oleh ybs untuk berbagai keperluan di masa mendatang.

Selama kegiatan, tim KJRI menyelesaikan permohonan surat tanda kelahiran bagi 288 anak WNI yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia, dengan rincian 73 permohonan STK di kegiatan sosialisasi bersama Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara (KKBNT) Beaufort dan 215 permohonan STK di Lumadan, Grup Sawit Kinabalu.

Pelayanan Kekonsuleran KJRI Kota Kinabalu disambut antusias oleh para pengurus dan anggota Kerukunan Keluarga Besar Nusa Tenggara WNI/TKI yang berada di wilayah Beaufort dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua KKBNT, Yohanes Ile Tokan Thomas, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pelayanan KJRI Kota Kinabalu yang telah memudahkan para anggota KKNBT untuk memiliki surat tanda kelahiran bagi putra putri mereka yang lahir di wilayah Sabah, Malaysia.

Pada kesempatan terpisah, Konjen RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan menyatakan bahwa Tim KJRI akan selalu berhubungan dengan masyarakat yang memohon pelayanan. "Masyarakat banyak yang belum tahu mengenai kegunaan dari berbagai dokumen penting seperti Surat Tanda Kelahiran dan Surat Perkawinan," tuturnya.

Oleh sebab itu, lanjut Akhmad, tim KJRI ditugaskan untuk melakukan kegiatan sosialisasi ke berbagai daerah dalam rangka memberikan informasi tentang pentingnya dokumen tersebut di atas.

"Dan hal itu disambut baik oleh para Warga Negara Indonesia, khususnya para pekerja dan keluarganya yang bekerja dan berdomisili di Sabah," pungkasnya.

(Sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/KJRI-Kota-Kinabalu-Sosialisasi-Pentingnya-Surat-Tanda-Kelahiran-di-Beaufort.aspx )

More »

Menlu Bahas Perlindungan TKI asal Lombok dengan Gubernur NTB

"Perlindungan WNI merupakan prioritas bagi Kementerian Luar Negeri, dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Perwakilan RI akan terus dilakukan’, demikian Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan saat melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB di Mataram (31/4). Pada pertemuan tersebut, Menlu RI juga menyampaikan bahwa kerjasama Kemlu dan Pemerintah Daerah sangat penting untuk pembenahan yang dilakukan secara simultan di baik hulu dan hilir.

Secara khusus Menlu RI membahas masalah perlindungan TKI asal NTB yang bekerja di berbagai sektor pekerjaan di Malaysia, khususnya di perkebunan kelapa sawit, selain membahas juga isu perdagangan dan investasi di daerah.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menlu Retno ke Penang dan Johor 15-17 Maret 2016 lalu.

"Saya sudah berjanji kepada TKI kita yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Penang dan Johor untuk bersama-sama pemangku kepentingan di daerah mencarikan solusi dari berbagai keluhan mereka", terang Menlu Retno menjelaskan isi pertemuannya dengan Gubernur NTB.

Sementara itu, Gubernur NTB menyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kemlu, atas berbagai upaya perlindungan yang diberikan kepada warga NTB yang mencari nafkah sebagai TKI di luar negeri.

Saat ini, NTB telah memprakarsai pembenahan tata kelola Perlindungan TKI seperti prakarsa Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) yang bahkan dijadikan model di tingkat nasional.

Selain bertemu secara khusus dengan Gubernur NTB, dalam kunjungan ke Mataram Menlu juga berkesempatan menyampaikan keynote speech di depan peserta Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penyelesaian Kasus WNI di Luar Negeri bagi Pemangku Kepentingan di Daerah. Pertemuan yang berlangsung di Mataram (29-31/3) tersebut dihadiri oleh 82 pemangku kepentingan dari Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

Terdapat sekitar 1,3 juta TKI yang terdata di Malaysia. Sebagian bekerja di perkebunan-perkebunan kelapa sawit. Sekitar 90% TKI sektor perkebunan di Malaysia berasal dari Lombok.

(Sumber : http://kemlu.go.id/id/berita/Pages/menlu-bahas-perlinfungan-tki-gubernur-ntb.aspx )

More »

Himbauan Kepada WNI di Bahrain

Sebagaimana dimaklumi bahwa tanggal 14 Februari 2011 merupakan hari dimulainya aksi unjuk rasa besar-besaran di Bahrain, menyusul merebaknya gelombang unjuk-rasa di kawasan Timur Tengah yang dikenal dengan "Arab Spring" pada tahun 2011. Sebagaimana terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, dalam beberapa hari yang berdekatan dengan tanggal 14 Februari pihak-pihak anti pemerintah di Bahrain sering kali melakukan unjuk-rasa, yang tidak jarang kemungkinan berkembang mengganggu ketertiban umum.

Sehubungan dengan hal di atas tersebut, sebagai langkah antisipasi, KBRI Manama memandang penting untuk menyampaikan himbauan kepada segenap WNI yang berdomisili di Bahrain, sebagai benikut:

  1. Agar senantiasa waspada dan selalu memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tempat tinggal/bekerja masing-masing.
  2. Agar menghindani kerumunan massa dan daerah-daerah yang menjadi konsentrasi unjuk rasa.
  3. Tidak mendekati/menonton proses unjuk rasa yang dilakukan oleh pihak manapun dan meskipun dilakukan secara damai/tidak ada indikasi akan terjadi bentrokan.
  4. Apabia menemukan benda yang mencurigakan, jangan mencoba untuk mendekati, membuka, menyentuh secara langsung ataupun menggunakan alat bantu. Jika menemukan benda/situasi yang mencurigakan dapat segera menghubungi pihak kepolisian di nomor 999 atau dapat menyampaikan informasi melalui hotline Kepolisian Bahrain di nomor 80008008.
  5. Informasi terkini mengenai kondisi keamanan di Bahrain juga dapat di melalui akun twitter Kementerian Dalam Negeri Bahrain (Ministry of Interior) Bahrain:@moi_bahrain
  6. Mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi/himbauan aparat keamanansetempat.
  7. Sekiranya terdapat hal yang perlu diketahui/dilaporkan, mohon dapat melakukan komunikasi dan koordinasi dengan KBRI Manama, dengan alamat:

Villa 2113, Road 2432, Bock 324, Area Juffair, Manama. Tlp. +973-17400164, Fax. +973-17400267, HP. +973-39737478, +973-39387510, +973-39131945, +973-39808474

email : indonesia.manama@batelco.com.bh dan manama.kbri@kemlu.go.id

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Himbauan%20Kepada%20WNI%20di%20Bahrain.aspx )

More »

Menlu Retno Tinjau Pusat Pelayanan Pelatihan WNI di Johor Bahru

Menlu Retno L.P. Marsudi meninjau Indonesian Community Centre (ICC), Pusat Pelayanan Pelatihan bagi WNI di Muar, Johor (17/3). Program pelatihan di ICC merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada WNI.

Menurut Menlu Retno, jenis pelatihan yang disediakan oleh Perwakilan Indonesia di luar negeri disesuaikan dengan kebutuhan para Pekerja Migran Indonesia di setiap negara. Hingga saat ini, di Malaysia terdapat 2 ICC yang telah aktif berjalan. ICC Muar resmi didirikan pada tahun 2016, kemudian dilanjutkan dengan pendirian ICC di Kuantan, Pahang pada 18 Februari 2017.

Selain diadakan di Malaysia, program yang sama telah dikembangkan di Hong Kong dan Singapura.

Pelatihan ini, lanjut Menlu Retno, diharapkan bisa menjadi modal ketrampilan atau berwirausaha bagi para PMI, jika suatu saat ingin kembali ke Tanah Air. Sehingga sekembalinya dari merantau di negeri orang, para PMI ini akan dapat mengembangkan daerah asalnya dan meningkatkan perekonomian daerah.

Pendirian ICC di wilayah kerja KJRI Johor Bahru merupakan wujud partisipasi aktif tokoh-tokoh masyarakat dan diaspora Indonesia untuk bekerjasama memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan WNI di luar negeri.

ICC merupakan wadah interaksi WNI yang berada di negara bagian-negara bagian di Malaysia, salah satu programnya yaitu kegiatan edukatif untuk anak-anak. Melalui ICC ini, anak-anak diperkenalkan dengan materi-materi terkait dengan Indonesia seperti bahasa, sejarah, kewarganegaran dan budaya. Dengan demikian, ketika kembali ke kampung halaman, mereka tidak mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pendidikan di Indonesia.

"Kami sangat mengapresiasi kerjasama dari tokoh-tokoh masyarakat Indonesia termasuk pula dosen-dosen Indonesia di Universiti Malaysia Pahang yang telah mengupayakan agar ICC ini dapat diselenggarakan di Pahang," jelas Konjen Johor Bahru, Haris Nugroho, saat pembukaan ICC Kuantan, Pahang.

Selain berfokus pada pendidikan, ICC juga memberikan berbagai pelatihan-pelatihan bagi para WNI di sana, salah satu pelatihan yang diberikan di ICC Muar adalah pelatihan alat pendingin ruangan. Program pelatihan di ICC ini merupakan pelengkap dari layanan pelatihan dan kesehatan gratis yang diberikan KJRI Johor Bahru kepada para PMI yang diresmikan oleh Menlu Retno dalam kunjungan yang sama.

(Sumber: http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Menlu-Retno-Tinjau-Pusat-Pelayanan-Pelatihan-WNI-di-Johor-Bahru.aspx)

More »

Dari Johor Bahru, Menlu Retno Minta Pembayaran Gaji Non Tunai TKI Dijajaki

Menlu Retno L.P. Marsudi meminta agar pihak manajemen, yang mempekerjakan TKI, menjajagi pembayaran gaji non tunai. Hal ini untuk lebih memudahkan dan memberikan keamanan bagi para TKI.

Permintaan ini diutarakan Menlu Retno saat bertemu dengan para TKI Johor Bahru dan manajemen perkebunan kelapa sawit Kulim Berhard, Johor (Kamis, 16/3).

Pesan-pesan perlindungan bagi para TKI juga dititipkan Menlu Retno kepada pihak manajemen.

Kunjungannya ke Johor Bahru dan bertemu dengan para TKI di Ladang Bashir Ismail ini, merupakan rangkaian lawatan Menlu Retno ke Malaysia guna memastikan agenda perlindungan bagi para WNI dan TKI di luar negeri.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Penang, Retno bertemu dengan Menteri Besar Penang, Tun Dato' Haji Abdul Rahman, di Puri Seri Mutiara. Dalam pertemuan itu, Menlu Retno juga menitipkan pesan perlindungan WNI.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian Malaysua tempat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar. Setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

( Sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Dari-Johor-Bahru,-Menlu-Retno-Minta-Pembayaran-Gaji-Non-Tunai-TKI-Dijajagi.aspx )

More »

Kunjungi Penang dan Johor Bahru, Menlu RI Tingkatkan Perlindungan dan Pelayanan WNI

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir gelar press briefing pada Rabu siang di Ruang Palapa, Kemlu RI (15/3). Dalam press briefing kali ini, Jubir Kemlu membahas kunjungan 3 hari Menlu RI ke Penang dan Johor Bahru, Malaysia.

Menlu Retno Marsudi kunjungi Penang dan Johor Bahru untuk bertemu dan berdialog dengan para WNI di kedua negara bagian Malaysia tersebut. Kunjungan Menlu bertujuan untuk penguatan perlindungan dan pelayanan WNI di luar negeri, terutama di sentra-sentra TKI. Saat ini, tercatat lebih dari 1,4 juta WNI menetap secara resmi di Malaysia.

Penang dan Johor Bahru merupakan dua negara bagian dimana terdapat konsentrasi jumlah WNI yang cukup besar, setidaknya terdapat sekitar 80,000 WNI di Penang dan 347,000 WNI di Johor Bahru. Sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia berada di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri manufaktur.

Dalam kesempatan ini, Menlu Retno bersama tim KJRI turun langsung menemui para TKI di tempat tempat mereka bekerja, antara lain di ladang Pelam KLK, Kedah dan Plexus Riverside, sebuah industri padat teknologi di Penang, Malaysia. Menlu Retno temui manajemen perusahaan dan menitipkan pesan perlindungan bagi para TKI di sana.

Para TKI berbagi kisah dan cerita mereka selama mengadu nasib di negeri Jiran, banyak dari mereka yang berhasil karena masuk secara resmi dan bekerja sesuai dengan peraturan dan ketentuan serta mendapatkan perlindungan yang memadai dari perusahaan tempat mereka bernaung.

Namun, banyaknya jumlah TKI ilegal yang bekerja di Malaysia menghadirkan berbagai permasalahan ketenagakerjaan, seperti gaji yang tidak dibayar, penganiayaan, pelanggaran keimigrasian dan isu perdagangan manusia yang saat ini cukup mengkhawatirkan.

Menlu Retno pastikan negara hadir untuk para WNI dimanapun mereka berada, tiga strategi utama yang selalu menjadi dasar dalam perlindungan WNI adalah (i) tindakan preventif, (ii) deteksi dini dan (iii) immediate response. Untuk itu banyak terobosan-terobosan telah dilakukan oleh perwakilan Indonesia untuk perkuat layanan terhadap para WNI. Termasuk KJRI Penang dan KJRI Johor Bahru yang telah berinovasi untuk meningkatkan sistem pelayanan kekonsuleran dan pelayanan paspor sehingga semakin efektif dan efisien.

Menlu Retno bersama Tim KJRI kembali mensosialisasikan pelayanan kekonsuleran bagi para WNI di Malaysia. Menlu Retno tekankan bahwa perwakilan Indonesia adalah rumah bagi para WNI di luar negeri, dimana para staf di setiap perwakilan akan siap sedia membantu para WNI.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/Kunjungi-Penang-dan-Johor-Bahru,-Menlu-RI-Tingkatkan-Perlindungan-dan-Pelayanan-WNI.aspx)

More »

Indonesia Memperjuangkan Pekerja Migran di ASEAN

Pada Pertemuan 17th ASEAN Socio – Cultural Community (ASCC) Council Meeting di Iloilo, Filipina pada (8/3) Duta Besar DR. Sujatmiko, Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak selaku Ketua Delegasi RI (Delri) pada pertemuan ASCC Council ke-17, menegaskan posisi Indonesia terkait perlindungan tenaga kerja di ASEAN merespon atas pembahasan finalisasi Instrumen Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran di ASEAN.

Negosiasi Instrumen tersebut telah berjalan hampir selama 10 tahun di dalam mekanisme ASEAN. Hingga kini, hanya Indonesia yang menginginkan agar instrumen tersebut harus bersifat mengikat. Terkait hal ini, Ketua Delri menyampaikan agar Senior Labour Official Retreat yang akan datang dapat segera menyelesaikan 10 pending articles dalam instrumen tersebut sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

Perlindungan buruh migran yang bersifat mengikat (legally binding) kelak akan sangat bermanfaat bagi tenaga kerja di ASEAN. Hal itu juga sejalan dengan Mandat Konstitusi Indonesia yang menjamin perlindungan Masyarakat Indonesia. Terlebih, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menekankan prioritas tersebut di dalam Program Kerja Nawa Cita.

Sejalan dengan usaha Perlindungan Tenaga Kerja migran di ASEAN, pada tataran nasional, Dewan Perwakilan Rakyat saat ini tengah menggodok Rancangan Undang – Undang (RUU) Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri. Undang – Undang tersebut tersebut diharapkan mampu membenahi keseluruhan sistem perlindungan tenga kerja di luar negeri secara terpadu antara instansi Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah dan peran serta masyarakat.

Instrumen Perlindungan Hak-Hak Buruh Migran merupakan salah satu agenda yang rencananya akan menjadi outcome document pada pertemuan KTT ke-30 ASEAN di Filipina. Selain itu, menurut rencananya, para Kepala Negara/Pemerintahan ASEAN juga akan menandatangani ASEAN Leader's Declaration on the Role of Civil Services as Catalyst for Achieving ASEAN Community Vision 2025 pada KTT ke-30 ASEAN mendatang.

(sumber : http://www.kemlu.go.id/id/berita/Pages/indonesia-perjuangkan-pekerja-migran-asean.aspx)

 “Pada Pertemuan 17th ASEAN Socio – Cultural Community (ASCC) Council Meeting di Iloilo, Filipina”

More »

Temu Masyarakat Indonesia dan Warung Konsuler KJRI Chicago

Menghadapi kebijakan imigrasi Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, Konsul Jenderal (Konjen) RI di Chicago, Rosmalawati Chalid, mengajak semua WNI untuk tetap bersikap tenang, menghormati peraturan yang berlaku dan menjaga ketertiban umum. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan warganegara Indonesia (WNI) yang bermukim di wilayah Lexington, Kentucky (6/3).

Kota Lexington (Kentucky) menjadi kota keempat setelah Ann Arbor (Michigan), Minneapolis (Minnesota) dan Franklin (Ohio) yang dikunjungi oleh Konsul Jenderal Rosmalawati dalam 3 (tiga) minggu terakhir. Di setiap kota, KJRI Chicago, bekerjasama dengan Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (Permias) dan Diaspora Indonesia setempat, melaksanakan kegiatan Temu Masyarakat Indonesia.

Dalam setiap kunjungannya, Konjen Rosmalawati terus menghimbau agar WNI di Amerika Serikat dapat melengkapi dan memperbaharui dokumen keimigrasian yang dimiliki. "Kelengkapan dokumen penting guna meminimalisir potensi timbulnya masalah akibat perubahan kebijakan imigrasi Amerika Serikat" tegasnya.

Untuk memudahkan masyarakat Indonesia dalam melakukan update dokumen kekonsuleran, KJRI Chicago juga memberikan pelayanan Warung Konsuler dalam setiap kegiatan Temu Masyarakat Indonesia. Puluhan WNI juga memanfaatkan kegiatan Warung Konsuler untuk berkonsultasi mengenai masalah keimigrasian yang menimpanya.

"Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan untuk mendekatkan WNI dengan KJRI. Selama ini, banyak WNI tidak berani dating atau berkomunikasi dengan KJRI, karena merasa melakukan kesalahan di bidang imigrasi," ungkap Konjen Rosmalawati. "Padahal, apapun masalahnya, KJRI siap untuk berikan bantuan dan perlindungan. Nomor hotline kami selalu aktif 24/7."

Perlindungan WNI merupakan prioritas utama semua perwakilan RI di luar negeri, termasuk KJRI Chicago. Saat ini, terdapat lebih dari 10.000 masyarakat Indonesia yang bermukim di wilayah akreditasi  KJRI Chicago. Sebagian besar di antaranya adalah mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai sekolah, universitas maupun institusi pendidikan lainnya.

Guna mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, KJRI Chicago bekerjasama dengan Diaspora Indonesia di Ohio, juga menghadirkan pengacara keimigrasian dalam kegiatanTemu Masyarakat Indonesia. Pembahasan difokuskan pada langkah-langkah yang harus dilakukan apabila berhadapan dengan petugas imigrasi  Amerika Serikat antara lain berhati-hati ketika menerima surat penggeledahan (warrant search) dariimigrasi, hak untuk menolak penggeledahan tanpa adanya surat perintah hakim dan hak untuk menghubungi pengacara.

(sumber :  http://www.kemlu.go.id/id/berita/berita-perwakilan/Pages/Temu-Masyarakat-Indonesia-dan-Warung-Konsuler-KJRI-Chicago.aspx)

More »

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Dimana mencari informasi peluang kerja Sarawak?

Semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang tertarik bekerja di Sarawak. Salah satu negara bagian Malaysia ini memang memberikan keistimewaan kepada Indonesia karena hanya menerima TKA asal Indonesia dan menstop TKA dari negara lain seperti misalnya Bangladesh.  Perusahaan-perusahaan yang diberi ijin mempekerjakan TKA juga lebih menyukai tenaga kerja asal Indonesia karena dianggap lebih berdedikasi, tidak banyak menuntut, ramah dan sopan.

Apa saja jenis-jenis pekerjaan yang dapat dimasuki oleh calon TKI di wilayah Sarawak. Banyak sekali jenis pekerjaan yang berasal dari berbagai bidang pekerjaan seperti welder  dan fitter untuk pertambangan ataupun galangan kapal, electrician, foreman serta perawat orang tua dan anak. Untuk level lebih tinggi, pekerjaan sebagai insinyur dan arsitek banyak ditemukan pada site-site pekerjaan konstruksi. Untuk anda yang memiliki latar pendidikan atau keahlian yang pas-pasan ada pula pekerjaan sebagai general workers di pabrik pengolahan kayu lapis atau sebagai pekerja kebun ataupun pekerja konstruksi.

Lalu dimana mendapatkan informasi pekerjaan di Sarawak? Jika anda memiliki akses internet, banyak portal job yang bisa anda kunjungi yang mengiklankan peluang kerja yang segera harus diisi. Perusaahaan-perusahaan besar/multinasional bahkan memiliki portal job sendiri. Anda dapat pula mengunjungi portal  jobsinfo.bnp2tki.go.id untuk melamar pekerjaan dengan berbagai skema penempatan. Portal ini dibangun oleh Pemerintah Indonesia untuk membantu pencari kerja mendapatkan informasi peluang kerja dari luar negeri. Kalau kebetulan anda sudah berada di Sarawak, anda dapat melihat informasnya di koran-koran setempat. (Sumber: KJRI Kuching)

More »