|
home>News

News From RI representatives

Lapangan pekerjaan yang dapat diisi oleh tenaga kerja asing di Bahrain bervariasi dan meliputi banyak sektor. Berdasarkan pengamatan KBRI Manama, berikut ini merupakan sektor-sektor unggulan yang dapat diisi oleh tenaga kerja asal Indonesia:

Sektor kesehatan

Bahrain berambisi menjadi negara dengan layanan kesehatan terbaik di kawasan teluk. Pemerintah Kerajaan Bahrain secara serius membangun infrastruktur kesehatan dan memberikan fasilitas kesehatan gratis kepada seluruh warga negaranya. Pertumbuhan penduduk yang tinggi, peningkatan jumlah manula, serta pola resiko kesehatan yang unik seperti diabetes, obesitas, dan anemia, merupakan tantangan yang dihadapi Pemerintah Kerajaan Bahrain dalam mewujudkan hal tersebut. Hal inilah yang membuka peluang penempatan TKI pada sektor kesehatan di Bahrain khususnya sebagai perawat, asisten perawat, dan caregivers.

Kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki lisensi keperawatan dari otoritas kesehatan Bahrain, kemampuan berbahasa Inggris, berusia antara 25 – 40 tahun dan bersedia bekerja dengan kontrak selama 2 tahun. Hal yang patut dicermati adalah kisaran gaji yang relatif tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan gaji tenaga kesehatan di negara-negara maju lainnya.

Sektor konstruksi

Bahrain masih terus melakukan pembangunan berbagai infrastruktur dengan beragam skala proyek guna mengejar ketertinggalan dengan negara-negara kawasan teluk lainnya. Masih dijalankannya berbagai proyek pembangunan infrastruktur (gedung, jembatan, resort, dll) menawarkan peluang bagi insinyur dan profesional lainnya dari Indonesia untuk turut menggarap proyek-proyek tersebut. Sektor konstruksi juga memberikan peluang bagi profesional Indonesia yang memiliki keahlian di bidang yang terkait dengan kontrsuksi seperti arsitek, graphic designer dan interior designer.

Selain kemampuan berbahasa Inggris, kriteria yang harus dipenuhi yaitu memiliki pengalaman dan jam kerja yang cukup di bidang masing-masing, serta lulus seleksi administrasi dan wawancara oleh perusahaan pengguna.

Sektor hospitality Industry

Budaya dan masyarakat Bahrain yang lebih terbukan terhadap pendatang menjadi salah satu faktor pendorong banyaknya wisatawan yang datang ke Bahrain terutama dari negara-negara tetangga. Hal ini menjadikan sektor hospitality industry seperti hotel, spa dan restoran menjadi sektor yang diminati oleh pekerja asing.  Saat ini tidak sedikit TKI yang bekerja di berbagai hotel berbintang dan restoran di Bahrain dengan posisi dan jenis pekerjaan yang beragam seperti sekretaris, resepsionis, akuntan, chef, waiter, dll.

Kriteria yang harus dipenuhi utamanya adalah kemampuan berbahasa Inggris, berusia 20 – 40 tahun, berkepribadian menarik, serta pendidikan terakhir sesuai dengan posisi pekerjaan yang diisi.

More »

KDEI-Taipei Menyapa ABK Nelayan Indonesia di Pelabuhan Donggang.

Donggang, 26 November 2016, Ka KDEI-Taipei, Bapak Robert James Bintaryo, bersama dengan Kepala Bidang Tenaga Kerja, Kepala Bidang Pariwisata dan Perhubungan, dan Kepala Subbagian Protokol dan Konsuler, melakukan silaturahmi ke Sekretariat Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) di Donggang.

Dalam kesempatan tersebut, selain memperkenalkan diri sebagai Kepala KDEI-Taipei yang baru, juga dilakukan sosialisasi informasi dan diskusi dengan para ABK Nelayan terkait isu-isu ketenagakerjaan di Taiwan, meliputi respon kebijakan baru Taiwan mengenai perpanjangan masa kerja, prosedur verifikasi ABK Nelayan, dan penanganan jenazah TKI.

Di akhir kunjungan, tim KDEI-Taipei berkesempatan melihat bangunan yang akan digunakan sebagai masjid, yang pembeliannya diperoleh dari dana yang dikumpulkan secara sukarela oleh ABK Nelayan di wilayah Donggang dan hasil sumbangan dari para Donatur.

More »

PELUNCURAN KARTU PEKERJA INDONESIA SINGAPURA

Salah satu upaya konkrit perlindungan TKI oleh pemerintah RI di luar negeri berupa peluncuran Kartu Pekerja Indonesia Singapura (KPIS) yang dilakukan KBRI Singpura hari ini, 4 Desember 2016 di Singapura.

(KPIS) diluncurkan oleh KBRI terdiri dari 2 jenis, yakni KPIS dan KPIS Co-Branding yakni kerjasama KBRI dengan BUMN, Bank BNI.

Grand Launching KPIS pada tanggal 4 Desember 2016 dilakukan oleh Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya, didampingi Sekjen Kemlu serta Wakil Direktur Utama BNI dihadapan lebih dari 3000 TKI yang hadir di KBRI Singapura mulai jam 10.00 hingga 15.00 waktu Singapura.

KPIS merupakan kartu identitas bagi para TKI di Singapura guna peningkatan perlindungan dan pelayanan KBRI dengan memberikan berbagai manfaat bagi para TKI.

KPIS dan Co-Branding BNI merupakan wujud konkrit mengenai realisasi Nawacita Pemerintah RI bahwa "Negara dan BUMN Hadir Untuk Masyarakat", khususnya TKI di Singapura. KPIS diterbitkan oleh KBRI TANPA dipungut biaya.

Sampai saat peluncuran, terdaftar 2700 kartu yang telah diterbitkan dan pada saat ini, KBRI masih terus melayani penerbitan KPIS hingga malam hari. Pendaftaran juga dibuka setiap hari kerja dan hari minggu di KBRI Singapura.

KBRI juga meluncurkan "Dashboard Tenaga Kerja Indonesia di Singapura" yang memberikan informasi terkini secara real time mengenai berbagai aspek terkait perlindungan TKI di Singapura.

More »

PEMBERLAKUAN “KONTRAK KERJA MANDIRI” DI HONG KONG MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2017

Pada hari ini, Konsul Jenderal RI, Tri Tharyat mengumumkan pemberlakuan mekanisme perpanjangan kontrak kerja baru antara Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong dengan majikan yang sama secara mandiri tanpa melalui agen dan PPTKIS (“kontrak kerja mandiri”) mulai tanggal 1 Januari 2017. Mekanisme ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Kepala Perwakilan RI Hong Kong nomor 106/XII/2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang Persyaratan Legalisasi dan Tata Cara Perpanjangan Perjanjian Kerja Antara Tenaga Kerja Indonesia dengan Pengguna yang Sama Tanpa Agen dan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).

KJRI Hong Kong sebagai salah satu Perwakilan RI dengan status citizen service (pelayanan warga) senantiasa berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan yang diberikan kepada seluruh WNI yang berada di wilayah akreditasi khususnya para Tenaga Kerja Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi diterbitkannya Surat Keputusan dimaksud. Konjen RI Hong Kong telah melakukan dialog secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia dan Hong Kong guna mendapatkan informasi yang menyeluruh mengenai pemberlakuan mekanisme ini.

Pada dasarnya perpanjangan kontrak kerja dengan cara mandiri ini dapat dilakukan secara sukarela dengan persetujuan antara pihak Tenaga Kerja dan Majikan dengan melampirkan persyaratan sebagaimana pengajuan Employment Contract biasa ditambah dengan surat permohonan dari Majikan yang berisi pernyataan akan memenuhi semua hak-hak TKI selama bekerja sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Mekanisme ini hanya diberlakukan bagi perpanjangan kontrak kerja dengan majikan yang sama setelah berakhirnya kontrak kerja selama 2 (dua) tahun.

Aplikasi kontrak kerja baru yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak serta saksi dari pihak Majikan dan saksi dari pihak Tenaga Kerja dapat disampaikan langsung ke kantor KJRI Hong Kong oleh Majikan atau TKI pada jam kerja dengan membawa kelengkapan dokumen dimaksud untuk diproses lebih lanjut.

More »